Pengertian Budaya Organisasi


Menurut Ivancevich, et al. (dalam Joushan, 2015:02) budaya organisasi
adalah sistem nilai, keyakinan, norma yang meresap yang ada di organisasi. Budaya
organisasi dapat mendorong atau melemahkan keefektifan organisasi. Sedangkan
Kotter dan Heskett (dalam Xiaoming, 2012: 28) “From the perspective of
management, the organization culture has been coming to our research and
practice in 1980s after experience management and scientific management”
Artinya, dari pandangan manajemen, budaya organisasi ini telah memiliki banyak
penelitian dan praktik pada tahun 1980-an setelah ilmu dan pengalaman
manajemen. Maka dari itu, banyak para ahli yang mengemukakan pendapatnya
mengenai pengertian budaya organisasi.
Menurut Parimita dkk (2013: 256) setiap individu memiliki kepribadian
yang unik dan berbeda antara satu dengan yang lainnya. Contohnya seseorang yang
dapat digambarkan sebagai orang yang hangat, terbuka, santai, pemalu, agresif, hal
inilah yang disebut dengan ciri-ciri kepribadian. Oleh karena itu dapat dikatakan
bahwa suatu organisasi juga mempunyai kepribadian yang disebut sebagai budaya,
selanjutnya Kreitner dan Kinicki (2014: 62) mengatakan bahwa budaya organisasi
adalah perangkat asumsi yang dibagi dan diterima secara implisit begitu saja serta
dipegang oleh satu kelompok yang menentukan bagaimana hal itu dirasakan,
dipikirkan, dan bereaksi terhadap lingkungan yang beragam. Budaya organisasi
menurut Priansa dan Garnida (2013: 77) adalah sistem nilai yang dikembangkan
dan berlaku dalam suatu organisasi, yang menjadikannya ciri khas sebagai sebuah
organisasi. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Robbins dan Judge (dalam Priansa
dan Garnida, 2013: 77) yang menyatakan bahwa budaya organisasi merupakan
sistem berbagi nilai yang dilakukan oleh para anggota organisasi sehingga
membedakan organisasi tersebut dengan organisasi lain.
Adapun Ernawan (2012: 74) mendefinisikan budaya organisasi sebagai
gaya dan cara hidup dari suatu organisasi yang merupakan pencerminan dari nilainilai atau kepercayaan yang selama ini dianut oleh seluruh anggota organisasi.
Menurut Tobari (2015: 46) menegaskan bahwa budaya organisasi ini terdiri dari
dua hal pokok yang perlu diperhatikan yaitu budaya organisasi tidak hanya dalam
bentuk kebiasaan, nilai, dan kepercayaan akan tetapi termasuk kategori ini adalah
hal yan dikerjakan dan hal yang dipikirkan.