Teori Rasionalisme


Rasonalisme adalah suatu aliran filsafat yang muncul pada zaman
modern, yang menekankan bahwa dunia luar adalah sesuatu yang riil.
Rasionalisme memiliki suatu keyakinan bahwa sumber pengetahuan terletak pada
rasio manusia melalui persentuhannya dengan dunia nyata di dalam berbagai
pengalaman empirisnya. Rasio adalah subjek yang berfikir sekaligus objek
pemikiran. Daripadanya keluar akal aktif, karena ia merupakan sesuatu yang
pertama diciptakan. Akal manusia merupakan salah satu potensi jiwa, biasanya
disebut dengan rational soul. Ia ada dua macam, yaitu : pertama praktis, ini
bertugas mengendalikan badan dan mengatur tingkah laku. Kedua adalah teoritis,
yakni khusus berkenaan dengan persepsi dan epistemologi, karena akal praktis
inilah yang menerima persepsi-persepsi indrawi dan meringkas pengetahuanpengetahuan universal dari padanya dengan bantuan akal aktif.
Dengan akal kita bisa menganalisa dan membuktikan, dengan akal pula
kita mampu menyingkap realita-realita ilmiah, karena akal merupakan salah satu
pengetahuan. Tidak semua pengetahuan diwahyukan, tetapi ada pula yang harus
didedukasi oleh akal melalui eksprimen.
Rasionalisme menekankan bahwa kesempurnaan manusia tergantung
pada kualitas rasionya, sedangkan kualitas rasio manusia tegantung kepada
penyediaan kondisi yang memungkinkan berkembangnya rasio kearah yang
memadai untuk mencerna berbagai permasalahan kehidupan menuju
penyempurnaan dan kemajuan. Pribadi-pribadi yang rasio adalah pribadi-pribadi
yang mempunyai suatu keyakinan atas dasar kesimpulan yang berlandaskan pada
analisis mendalam terhadap bebagai bukti yang dapat di percaya, sehingga
terdapat hubungan yang rasional antara ide dengan kenyataan empiric. Untuk
keperluan ini, ditemukan tata logic yang baik karena sangat berguna bagi
pengembangan rasionalitas tersebut.