Sebelum sampai kepada pembahasan mengenai teori pengembangan
sumber daya manusia dalam aliran-aliran filsafat, terlebih dahulu sekilas akan
dibahas tentang pengembangan sumber daya manusia. Teori pengembangan
manusia seperti ; kekuatan fisik manusia, pengetahuannya, keahliannya atau
ketrampilannya, semangat dan kreativitasnya, kepribadiannya serta
kepemimpinannya. Telah menjadi suatu kesepakatan para ahli, bahwa sumber
daya manusia merupakan aset penting, bahkan dianggap paling penting diantara
sumber-sumber daya yang lainnya dalam memajukan suatu masyarakat atau
bangsa. Namun dalam kenyataannya, sumber daya manusia baru menjadi aset
penting dan berharga apabila sumber daya manusia tersebut mempunyai kualitas
yang tinggi.
Untuk mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi, ada
suatu jalan pemecahan yang harus ditempuh, yakni melalui pendidikan dan
pelatihan. Pendidikan dan pelatihanlah yang akan meningkatkan kemauan,
kemampuan, dan kesempatan bagi seseorang untuk berperan dalam
kehidupannya, secara individu maupun masyarakat.
Lemahnya sumber daya manusia,dapat dikarenakan beberapa macam
sebab, antara lain seperti budaya masyarakat, struktur masyarakat, atau rekayasa
yang sengaja diterapkan pada masyarakat tertentu. Gejala yang tampil dari
lemanya sumber daya manusia adalah :
- lemahnya kemauan, merasa tidak mampu, tidak percaya diri, dan merasa
rendah diri. - lemahnya kemampuan, terbatasnya pengetauan,terbatasnya keterampilan,
dan terbatasnya pengalaman. - terbatasnya kesempatan, kurang memenuhi kebutuhan yang diperlukan,
sulit ditingkatkan, tidak mampu menggunakan kesempatan, dan peluang
yang diberikan.
Sebenarnya ada beberapa langkah yang harus dilakukan demi tercapainya
pengembangan sumber daya manusia. Pertama : informasi-informasi yang luas,
aktual, dan hangat agar dapat membuka ketertutupan pandangan dan wawasan,
dan pada tahap selanjutnya akan menimbulkan gairah untuk melakukan sesuatu
yang diperlukan (tumbuh kemauan dan keinginan berprestasi) Kedua : motivasi
dan arahan yang dapat menumbuhkan semangat untuk melaksanakan sesuatu atau
beberapa tugas pekerjaan dengan adanya kepercayaan diri yang kuat, sehingga
ada gairah untuk mewujudkan suatu tujuan (peningkatan produktivitas dan
kemampuan diri), Ketiga : metodologi dan system kerja yang dapat memberikan
cara penyelesaian masalah dengan efektif dan efesien, secara terus-menerus
(manusia potensial, actual, dan fungsional)
