Tujuan dari pengendalian kualitas menurut Sofjan (2005: 210) adalah:
- Agar barang hasil produksi dapat mencapai standar kualitas yang telah
ditetapkan. - Mengusahakan agar biaya inspeksi dapat menjadi sekecil mungkin.
- Mengusahakan agar biaya desain dari produk dan proses dengan menggunakan
kualitas produksi tertentu dapat menjadi sekecil mungkin. - Mengusahakan agar biaya produksi dapat menjadi serendah mungkin.
Tujuan utama pengendalian kualitas adalah untuk mendapatkan jaminan
bahwa kualitas produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan standar kualitas
yang telah ditetapkan dengan mengeluarkan biaya yang ekonomis atau serendah
mungkin. Pengendalian kualitas tidak dapat dilepaskan dari pengendalian
produksi, karena pengendalian kualitas merupakan bagian dari pengendalian
produksi. Pengendalian produksi baik secara kualitas maupun kuantitas
merupakan kegiatan yang sangat penting dalam suatu perusahaan. Hal ini
disebabkan karena semua kegiatan produksi yang dilaksanakan akan
dikendalikan, supaya barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan rencana yang
telah ditetapkan, dimana penyimpangan-penyimpangan yang terjadi diusahakan
serendah-rendahnya.
