Pengendalian distribusi dan transportasi


Bahan baku yang berasal dari produk pertanian diproduksi oleh produsen
maupun pakan yang telah jadi untuk sampai ke konsumen memerlukan adanya
jasa distribusi dan transportasi. Beberapa faktor yang harus diperhatikan selama
transportasi untuk pendistribusian barang dalam rangka pengendalian mutu antara
lain adalah sifat bahan baku atau komoditas, lingkungan, wadah atau pengemas
serta manusia sebagai pelaksana (Mukodiningsih et al., 2015). Selama proses
pengangkutan dan distibusi selalu ada kemungkinan akan terjadinya kerusakan
sehingga mengakibatkan penurunan mutu, oleh karena itu diperlukan
pengandalian mutu selama distribusi dan transportasi untuk mencegah adanya
kerusakan. Pencegahan adanya kerusakan selama proses distribusi dapat
dilakukan dengan mengusahakan barang yang dikirim tidak lecet, ataupun
terhimpit serta memilih alat yang sesuai dengan sifat barang yang dikirim
sehingga diperlukan kontrol bahan pakan atau konsentrat yang akan dikirim ke
konsumen (Arpah, 1993). Pengendalian mutu yang terjadi jika terdapat kerusakan
akibat benturan antar pengemas maupun kemasan dengan dinding alat pengangkut
yaitu dengan memberikan bantalan-bantalan pada pinggir-pinggir alat pengangkut
atau dengan penggunaan wadah atau kemasan yang tahan terhadap tekanan
(Mukodiningsih et al., 2015).
Pengontrolan yang dapat dilakukan selama pengiriman produk pakan yaitu
berupa menentukan lokasi tujuan pendistribusian, transportasi yang digunakan
untuk mendistribusikan barang, serta jadwal penerimaan barang pendistribusian
(Arpah, 1993). Untuk menunjang jalannya distribusi pabrik seperti pemindahan
bahan baku dan konsentrat, diperlukan alat untuk memudahkan pemindahan
bahan pakan secara mekanis yaitu berupa forklift dan conveyor (Mukodiningsih et
al., 2015).