Pergudangan sangat penting untuk menyimpan bahan pakan maupun
produk sebelum didistribusikan, gudang yang baik harus menyediakan tempat
penerimaan dan pemeriksaan barang yang baru datang, menyediakan tempat
barang yang segera diperlukan dengan praktis dan mudah dalam pengambilan
(Mukodiningsih et al., 2015). Apabila sistem pergudangan tidak ditangani denga
baik, maka akan mempengaruhi pada bahan dan konsentrat yang disim pandi
gudang. Penyusutan ini erat kaitannya dengan lama waktu penyimpanan. Proses
penyimpanan ini terjadi perubahan komposisi bahan makanan yang akan
menurunkan kualitas pakan yang disimpan (Krisnan, 2008).
Proses penyimpanan akan berpengaruh pada mutu pakan yang dihasilkan.
Penyimpanan yang terlalu lama atau dalam kondisi yang kurang baik akan
menurunkan mutu bahan makanan. Lama penyimpanan yang tidak sesuai dan cara
menyimpan yang keliru dapat menjadi penyebab utama pakan menjadi keras dan
menjamur serta semakin lama penyimpanan akan mengakibatkan kadar air yang
semakin meningkat karena kadar air menentukan daya simpan dari ransum, pada
ransum yang berkadar air tinggi daya simpannya lebih singkat dibandingkan
ransum berkadar air lebih rendah (Yulianti, 2001). Apabila jangka penyimpanan
pendek (kurang 4 bulan) kemasan dapat disimpan dalam kemasan masal dengan
memperhatikan kualiatas serta kadar air suatu bahan pakan (Komandoko, 2002).
Syarat gudang yang baik adalah kerangka utama kuat terdiri dari kerangka
logam, dinding terbuat dari semen atau beton agar bahan-bahan yang disimpan
dapat awet, ventilasi dibuat dengan memanjang di bawah atap, diberi kawat atau
kasa dan saling berhadapan serta lantai gedung terbuat dari semen dan harus ada
lampu penerang (Mukodiningsih et al., 2015). Lingkungan gudang juga perlu
diperhatikan dalam penyimpanan, salah faktor yang mempengaruhi yaitu
kelembaban gudang pabrik pakan. Kelembapan ruang penyimpanan
mempengaruhi kualitas bahan pakan maupun pakan yaitu dengan semakin
tingginya kelembaban udara ruang penyimpanan, maka akan terjadi absorpsi uap
air dari udara ke ransum sehingga menyebabkan kadar air ransum meningkat,
begitu juga sebaliknya (Yulianti, 2001). Pencegahan kerusakan bahan pakan oleh
serangga dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida dengan cara
disemprotkan atau melalui pengeringan, pencampuran dengan bahan yang tajam
dan menyimpan pada wadah kedap udara (Mukodiningsih et al., 2015).
Sistem penyimpanan bahan pakan maupun konsentrat yang baik didalam
gudang dapat dilakukan dua sistem yaitu sistem First In First Out (FIFO) dan
sistem Last In First Out (LIFO), Sistem FIFO diterapkan pada penyimpanan
produk pakan yang waktu pembuatannya tidak sama (Mukodiningsih et al., 2015),
sedangkan sistem LIFO diterapkan untuk penyimpanan produk pakan di dalam
gudang dengan kapasitas terbatas dan pakan disimpan umumnya dibuat untuk
jangka waktu sama (Kartadisastra, 1994).
Cara penyimpanan yang baik yaitu tidak mencampur adukan bahan pakan,
tidak saling mencemari, bebas dari bahan yang rusak, terdapat jarak antara bahan
yang disimpan dengan dinding serta barang yang disimpan dikemas dan disusun
dengan baik menyerupai susunan batu bata (Mukodiningsih et al., 2015).
Penyimpanan bahan pakan dan konsentrat dapat diberi alas berupa pallet. Pallet
memiliki peranan yang cukup penting dalam penyimpanan, karena pallet
mempunyai fungsi untuk melindungi bahan dari kontak langsung dengan lantai
dan memperlancar sirkulasi udara serta memudahkan pengangkutan dan
pemindahan produk (Harsono, 1984).
