Sasaran konsep lean adalah menciptakan aliran lancar produk sepanjang
proses value stream (value stream proses) dan menghilangkan semua jenis
pemborosan ( Gasperz, 2006 ). APICS dictionary ( 2005 ) mendefinisikan
valuestream sebagai proses untuk membuat, memproduksi dan
menyerahkan produk (barang/jasa) kepasar. Secara general lean
didefinisikan sebagai suatu pendekatan sistemik dan sistematik untuk
mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan (waste) atau aktivitasaktivitas yang tidak mempunyai nilai tambah (non value added activities)
melalui peningkatan terus menerus radikal (radical continuous
improvement) dengan cara mengalirkan produk (material, work in
process)produk akhir dan informasi menggunakan sistem tarik (pull system)
dari pelanggan internal dan eksternal untuk mengejar keunggulan dan
kesempurnaan berupa produk-produk berkualitas superior yang diproduksi
dengan cara-cara paling efisien untuk memperoleh biaya minimum dan
diserahkan tepat waktu kepada pelanggan dari produk itu. Terdapat 4 prinsip
utama dalam pengembangan konsep lean (Poppendieck, 2002).
Prinsip tersebut antara lain:
a. Melakukan eliminasi waste
b. Fokus pada customer dan yang memberikan nilai tambah
c. Delay Commitment
d. Optimize Accros Organization
Sedangkan prinsip mendasar dalam eliminasi waste menurut konsep
leanthinking(Hines dan Taylor,2000) adalah.
1) Menentukan apa yang dapat dan tidak dapat menciptakan nilai
pandang dari perspektif konsumen
2) Mengidentifikasi keseluruhan langkah yang perlu untuk
mendesain, memesan dan memproduksi produk berdasarkan
keseluruhan valuestream untuk mengetahui waste yang tidak
memiliki nilai tambah.
3) Melaksanakan langkah yang memberi nilai tambah terhadap
valuesteram tanpa jeda, aliran balik, menunggu maupun cacat.
4) Hanya membuat apa yang diinginkan konsumen.
5) Mengusahakan kesempurnaan melalui penanganan waste secara
berlanjut.
