Devani dan Wahyuni (2017) menjabarkan empat faktor yang mempengaruhi
pengendalian kualitas yang dilakukan oleh perusahaan, diantaranya:
- Kemampuan Proses
Batas hasil yang ingin diperoleh harus disesuaikan dengan kemampuan proses
produksi yang dilakukan. Pengendalian mutu tidak akan menghasilkan dampak
apabila mengendalikan hasil yang melebihi batas kesanggupan proses yang ada. - Spesifikasi yang Berlaku
Hasil produksi konsisten seperti apa yang ingin dicapai harus dapat diterapkan
dalam audit sesuai dengan kemampuan proses produksi. Jika hasil yang didapat
disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan konsumen, maka dapat
dikonfirmasi terlebih dahulu apakah spesifikasi yang telah dibuat telah sesuai
sebelum proses pengendalian kualitas dapat dimulai. - Tingkat Ketidaksesuaian yang Dapat Diterima
Tujuan pengendalian suatu proses adalah untuk mengurangi kemungkinan hasil
produksi yang berada di bawah standar minimum. Tingkat pengendalian
dilakukan berdasarkan banyaknya produk yang dikategorikan tidak memenuhi
standar. - Biaya Kualitas
Biaya kualitas berdampak besar pada proses pengendalian, dimana biaya
memiliki hubungan yang positif dengan proses penciptaan produk berkualitas.
Yang termasuk dalam biaya ini adalah biaya pencegahan, penilaian, dan
kegagalan.
