Pengertian Kualitas


Kualitas merupakan salah satu indikator penting bagi perusahaan
untuk dapat eksis di tengah ketatnya persaingan dalam industri. kualitas
didefinisikan sebagai totalitas dari karakteristik suatu produk yang
menunjang kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang
dispesifikasikan atau ditetapkan. Dalam mendefinisikan kualitas produk,
ada lima pakar utama dalam manajemen mutu terpadu (Total Quality
Management) yang saling berbeda pendapat, tetapi maksudnya sama. Di
bawah ini dikemukakan pengertian kualitas dari lima pakar TQM
(Nasution, 2001: 15-16):

  1. Menurut Juran (1993: 32)
    Kualitas adalah kecocokan penggunaan produk (fitness for use)
    untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan. Kecocokan
    penggunaan itu didasarkan pada lima ciri utama berikut:
    a. Teknologi, yaitu kekuatan atau daya tahan.
    b. Psikologis, yaitu citra rasa atau status.
    c. Waktu, yaitu kehandalan.
    d. Kontraktual, yaitu adanya jaminan.
    e. Etika, yaitu sopan santun, ramah dan jujur.
    Kecocokan penggunaan suatu produk adalah apabila produk
    mempunyai daya tahan penggunaan yang lama, meningkatkan citra atau
    status konsumen yang memakainya, tidak mudah rusak, adanya jaminan
    kualitas dan sesuai etika bila digunakan. Khusus untuk jasa diperlukan
    pelayanan kepada pelanggan yang ramah, sopan serta jujur sehingga dapat
    menyenangkan atau memuaskan pelanggan.
  2. Menurut Crosby (1979: 58)
    Kualitas adalah conformance to requirement, yaitu sesuai dengan
    yang disyaratkan atau distandarkan. Suatu produk memiliki kualitas
    apabila sesuai dengan standar kualitas yang telah ditentukan. Standar
    kualitas meliputi bahan baku, proses produksi dan produk jadi.
  3. Menurut Deming (1982: 176)
    Kualitas adalah kesesuaian dengan kebutuhan pasar. Apabila Juran
    mendefinisakan kualitas sebagai fitness for use dan Crosby sebagai
    conformance to requirement, maka Deming mendefisinikan kualitas
    sebagai kesesuaian dengan kebutuhan pasar atau konsumen.
    Perusahaan harus benar-benar dapat memahami apa yang dibutuhkan
    konsumen atas suatu produk yang akan dihasilkan.
  4. Menurut Feigenbaum (1986: 7)
    Kualitas adalah kepuasan pelanggan sepenuhnya (full customer
    satisfaction). Suatu produk dikatakan berkualitas apabila dapat
    memberi kepuasan sepenuhnya kepada konsumen, yaitu sesuai dengan
    apa yang diharapkan konsumen atas suatu produk.
  5. Menurut Garvin (1988)
    Kualitas adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan
    produk, manusia/tenaga kerja, proses dan tugas, serta lingkungan yang
    memenuhi atau melebihi harapan pelanggan atau konsumen. Selera
    atau harapan konsumen pada suatu produk selalu berubah sehingga
    kualitas produk juga harus berubah atau disesuaikan. Dengan
    perubahan kualitas produk tersebut, diperlukan perubahan atau
    peningkatan keterampilan tenaga kerja, perubahan proses produksi dan
    tugas, serta perubahan lingkungan perusahaan agar produk dapat
    memenuhi atau melebihi harapan konsumen. Meskipun tidak ada
    definisi mengenai kualitas yang diterima secara universal, namun dari
    ke lima definisi kualitas di atas terdapat beberapa persamaan, yaitu
    dalam elemen-elemen sebagai berikut:
  6. Kualitas mencakup usaha memenuhi atau melebihi harapan
    pelanggan.
  7. Kualitas mencakup produk, jasa manusia, proses dan lingkungan.
  8. Kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah (misalnya apa
    yang dianggap merupakan kualitas saat ini mungkin dianggap
    kurang berkualitas pada masa mendatang) (Nasution, 2001: 15).