Alat Bantu Dalam Pengendalian Kualitas


Pakar kualitas W. Edwards Deming mengajukan cara pemecahan masalah
menggunakan Statistical Processing Control (SPC) atau Statistical Qualitiy
Control (SQC) yang dilandasi 7 (tujuh) alat statistik utama yang dapat digunakan
sebagai alat bantu untuk mengendalikan kualitas di antara lain yaitu; check Sheet,
histogram, control chart, diagram pareto, diagam sebab akibat, scatter diagram,
dan diagram proses. (Fandy Tjiptono 1996:163)

  1. Lembar Pemeriksaan (Check Sheet)
    Check Sheet atau lembar pemeriksaan merupakan alat pengumpul dan
    penganalisis data yang disajikan dalam bentuk tabel yang berisi data jumlah
    barang yang diproduksi dan jenis ketidaksesuaian beserta dengan jumlah yang
    dihasilkannya.
    Tujuan digunakannya check sheet ini adalah untuk mempermudah
    proses pengumpulan data dan analisis, serta untuk mengetahui area
    permasalahan berdasarkan frekuensi dari jenis atau penyebab dan mengambil
    keputusan untuk melakukan perbaikan atau tidak. Pelaksanaannya dilakukan
    dengan cara mencatat frekuensi munculnya karakteristik suatu produk yang
    berkenaan dengan kualitasnya. Data tersebut digunakan sebagai dasar untuk
    mengadakan analisis masalah kualitas (Faiz Al Fakri,2010).
    Adapun manfaat dipergunakannya check sheet yaitu sebagai alat
    untuk :
    a. Mempermudah pengumpulan data terutama untuk mengetahui
    bagaimana suatu masalah terjadi.
    b. Mengumpulkan data tentang jenis masalah yang sedang terjadi.
    c. Menyusun data secara otomatis sehingga lebih mudah untuk
    dikumpulkan.
    d. Memisahkan antara opini dan fakta.
  2. Diagram Sebar (Scatter Diagram)
    Scatter Diagram atau disebut juga dengan peta korelasi adalah grafik
    yang menampilkan hubungan antara dua variabel apakah hubungan antara
    dua variabel tersebut kuat atau tidak, yaitu antara faktor proses yang
    mempengaruhi proses dengan kualitas produk. Pada dasarnya diagram sebar
    merupakan suatu alat interpretasi data yang digunakan untuk menguji
    bagaimana kuatnya hubungan antara dua variabel dan menentukan jenis
    hubungan dari dua variabel tersebut, apakah positif, negatif, atau tida ada
    hubungan. Dua variabel yang ditunjukkan dalam diagram sebar dapat berupa
    karakteristik kuat dan faktor yang mempengaruhinya (Faiz Al Fakri,2010).
  3. Diagram Sebab-akibat (Cause and Effect Diagram)
    Diagram ini disebut juga diagram tulang ikan (fishbone chart) dan
    berguna untuk memperlihatkan faktor-faktor utama yang berpengaruh pada
    kualitas dan mempunyai akibat pada masalah yang kita pelajari. Selain itu,
    kita juga dapat melihat faktor-faktor yang lebih terperinci yang berpengaruh
    dan mempunyai akibat pada faktor utama tersebut yang dapat kita lihat pada
    pnahpanah yang berbentuk tulang ikan. Diagram sebab-akibat ini pertama
    kali dikembangkan pada tahun 1950 oleh seorang pakar kualitas dari Jepang
    yaitu Dr. Kaoru Ishikawa yang menggunakan uraian grafis dari unsur-unsur
    proses untuk menganalisa sumbersumber potensial dari penyimpangan proses
    (Faiz Al Fakri,2010).
    Faktor-faktor penyebab utama ini dapat dikelompokkan dalam :
  4. Material (bahan baku).
  5. Machine (mesin).
  6. Man (tenaga kerja).
  7. Method (metode).
  8. Environment (lingkungan)