Langkah-langkah Pengendalian Mutu


Standarisasi sangat diperlukan sebagai tindakan pencegahan untuk
memunculkan kembali masalah kualitas yang pernah ada dan telah diselesaikan.
Hal ini sesuai dengan konsep pengendalian mutu berdasarkan sistem manajemen
mutu yang berorientasi pada strategi pencegahan, bukan pada strategi
pendeteksian saja. Berikut ini adalah langkah-langkah yang sering digunakan
dalam analisis dan solusi masalah mutu.

  1. Memahami kebutuhan peningkatan kualitas.
    Langkah awal dalam peningkatan kualitas adalah bahwa manajemen harus
    secara jelas memahami kebutuhan untuk peningkatan mutu. Manajemen
    harus secara sadar memiliki alasan-alasan untuk peningkatan mutu dan
    peningkatan mutu merupakan suatu kebutuhan yang paling mendasar.
    Tanpa memahami kebutuhan untuk peningkatan mutu, peningkatan kualitas
    tidak akan pernah efektif dan berhasil. Peningkatan kualitas dapat dimulai
    dengan mengidentifikasi masalah kualitas yang terjadi atau kesempatan
    peningkatan apa yang mungkin dapat dilakukan. Identifikasi masalah dapat
    dimulai dengan mengajukan beberapa pertanyaan dengan menggunakan
    alat-alat bantu dalam peningkatan kualitas seperti brainstroming, check
    Sheet, atau diagram Pareto.
  2. Menyatakan masalah kualitas yang ada.
    Masalah-masalah utama yang telah dipilih dalam langkah pertama perlu
    dinyatakan dalam suatu pernyataan yang spesifik. Apabila berkaitan dengan
    masalah kualitas, masalah itu harus dirumuskan dalam bentuk informasiinformasi spesifik jelas tegas dan dapat diukur dan diharapkan dapat
    dihindari pernyataan masalah yang tidak jelas dan tidak dapat diukur.
  3. Mengevaluasi penyebab utama
    Penyebab utama dapat dievaluasi dengan menggunakan diagram
    sebabakibat dan menggunakan teknik brainstroming. Dari berbagai faktor
    penyebab yang ada, kita dapat mengurutkan penyebab-penyebab dengan
    menggunakan diagram pareto berdasarkan dampak dari penyebab terhadap
    kinerja produk, proses, atau sistem manajemen mutu secara keseluruhan.
  4. Merencanakan solusi atas masalah
    Diharapkan rencana penyelesaian masalah berfokus pada tindakantindakan untuk menghilangkan akar penyebab dari masalah yang ada.
    Rencana peningkatan untuk menghilangkan akar penyebab masalah yang
    ada diisi dalam suatu formulir daftar rencana tindakan.
  5. Melaksanakan perbaikan
    Implementasi rencana solusi terhadap masalah mengikuti daftar rencana
    tindakan peningkatan kualitas. Dalam tahap pelaksanaan ini sangat
    dibutuhkan komitmen manajemen dan karyawan serta partisipasi total untuk
    secara bersama-sama menghilangkan akar penyebab dari masalah kualitas
    yang telah teridentifikasi.
  6. Meneliti hasil perbaikan
    Setelah melaksanakan peningkatan kualitas perlu dilakukan studi dan
    evaluasi berdasarkan data yang dikumpulkan selama tahap pelaksanaan
    untuk mengetahui apakah masalah yang ada telah hilang atau berkurang.
    Analisis terhadap hasil-hasil temuan selama tahap pelaksanaan akan
    memberikan tambahan informasi bagi pembuatan keputusan dan
    perencanaan peningkatan berikutnya.
  7. Menstandarisasikan solusi terhadap masalah
    Hasil-hasil yang memuaskan dari tindakan pengendalian kualitas harus
    distandarisasikan, dan selanjutnya melakukan peningkatan terus menerus
    pada jenis masalah yang lain. Standarisasi dimaksudkan untuk mencegah
    masalah yang sama terulang kembali.
  8. Memecahkan masalah selanjutnya
    Setelah selesai masalah pertama, selanjutnya beralih membahas masalah
    selanjutnya yang belum terpecahkan (jika ada).