Menurut Runtuwene et al (2016) Penempatan kerja adalah suatu proses
dimana orang – orang di berikan penempatan, penugasan, pengisian jabatan atau
penugasan kembali pada tugas baru atau jabatan yang berbeda secara tepat pada
tempat yang tepat, namun sebelum proses penempatan dilakukan yang terlebih
dahulu dilakukan adalah melaksanakan proses seleksi.
Zainal et al (2018 : 155) penempatan karyawan merupakan suatu pemberian
tugas kembali seseorang kepada pekerjaan barunya dalam perusahaan untuk
mendapatkan posisi yang dapat diisi sesuai dengan posisi yang dibuat oleh menajer
lini yang ditugaskan oleh depatemen Sumber Daya Manusia.
Karlina (2020) mengungkapkan bahwa penempatan atau placement
merupakan penempatan seseorang ke posisi pekerjaan yang tepat dan yang
terpenting, penempatan sumber daya manusia harus dilihat sebagai proses
pencocokan. Seberapa baik seorang karyawan cocok dengan pekerjaan akan
mempengaruhi jumlah dan kualitas kerja karyawan.
Tekkay et al (2022) mengemukakan bahwa penempatan karyawan adalah
suatu proses pengisian jabatan penugasan kembali terhadap karyawan pada tugas
atau jabatan baru atau jabatan yang berbeda. Sebagaian besar suatu tugas
penempatan ini diambil alih oleh manajemen lini, pada hal ini atasan langsung
berhubungan dengan karyawan yang bersangkutan.
Indikator Penempatan Tekay et al (2022) yaitu:
1). Latar Belakang Pendidikan
Latar belakang Pendidikan menjadi indikator yang penting khususnya
dalam penempatan tenaga kerja agar tugas yang diberikan dalam pekerjaan.
Prestasi akademis yang perlu dipertimbangkan tidak terbatas pada jenjang
terakhir pendidikan tetapi termasuk jenjang pendidikan yang pernah dialaminya.
2). Pengalaman
Pengalaman bekerja dapat memberikan keahlian dan keterampilan kerja,
Pengalaman bekerja yang dimiliki seseorang terkadang lebih dihargai
dibandingkan tingkat pendidikan yang menjulang tinggi. Karyawan yang
berpengalaman dapat langsung menyelesaikan tugas dan pekerjaannya karena
sudah memiliki pengetahuan dari kehidupan sebelumnya.
3). Kesehatan Fisik
Kesehatan erat kaitannya dengan sumber daya manusia saat menugaskan
karyawan, apabila perihal ini tidak diperhatikan maka akan terjadi faktor fisik
yang harus diperhitungkan. Dengan hati-hati, maka hal itu akan merugikan
perusahaan. Penempatan kerja Tugas dan aktivitas tertentu perlu disesuaikan
dengan kondisi fisik setiap karyawan.
4). Usia
Dalam pengalokasian tenaga kerja perlu diperhatikan faktor usia tenaga
kerja yang lolos seleksi. Karena didalam pekerjaan yang sesuai dengan usia harus
dilakukan untuk menghindari hilangnya produktivitas kerja.
