Perkembangan Konsep Quality of Work Life

Istilah quality of work life yang sering disingkat
QWL ini pertama kali diperkenalkan oleh Louis Davis
tahun 1960. Lawler dalam Liswandi menegaskan bahwa
konsepsi umum dari kualitas kehidupan kerja yang
fundamental berkaitan dengan kesejahteraan karyawan.1
Irving Bluestone menambahkan dalam Liswandi
bahwa QWL menjalani proses yang panjang yang dimulai
sebagai variabel mengungkapkan tingkat kepuasan dan
pengembangan pekerja menjadi pendekatan dan
serangkaian program yang dirancang untuk meningkatkan
produktivitas pekerja. Konsep kualitas kehidupan kerja
menjelaskan bahwa apresiasi kepada karyawan di
lingkungan kerja mereka adalah sangat penting.2
Pada 1970-an, perkembangan QWL lebih luas dari
sebelumnya. QWL memusatkan perhatian pada hasil-hasil
individual seperti kepuasan kerja, kesehatan mental, dan
keamanan kerja dengan menekankan pada dampak kerja
individual. Sekitar tahun 1974 mulai berkembang usahausaha dan proyek-proyek yang bertujuan menjadikan
tenaga kerja manajemen untuk bekerjasama membentuk
QWL. Dari usaha-usaha dan proyek ini berkembang
pengertian QWL sebagai suatu pendekatan, yang fokusnya
masih tetap pada hasil-hasil individual bukan hasil-hasil
organisasional.