Konsep Kualitas Kehidupan Kerja

Quality of work life dipandang mampu untuk meningkatkan peran serta
dan sumbangan para anggota atau karyawan terhadap perusahaan (Husnawati,
2006). Bagi pekerja, apabila pekerjaan tersebut memiliki nilai insentif yang tinggi,
maka kualitas kehidupan mereka diyakini akan menjadi semakin baik. Quality of
Work Life mencoba untuk memperbaikikualitas kehidupan para pekerja, tidak
dibatasi pada perubahan konteks suatu pekerjaan tapi juga termasuk
memanusiakan lingkungan kerja untuk memperbaiki martabat dan harga diri para
pekerja. Dalam kaitan dengan penciptaan martabat manusia. Quality of Work Life
menciptakan lingkungan dan iklim kerja yang memanusiakan manusia, sehingga
manusia lebih dilihat pada harkat dan martabat kemanusiaannya, bukan hanya
sebagai alat. Inilah yang merupakan peranpenting dalam menciptakan Quality of
Work Life(Refiza, 2016).
Quality of Work Life mengacu kepada keadaan menyenangkan atau tidak
menyenangkan lingkungan pekerjaan bagi karyawan. Menurut Davis, et.al (dalam
Parmin, 2014). Tujuan utama penerapan QWL adalah pengembangan lingkungan
kerja yang sangat baik bagi karyawan dan juga produksi. Fokus utama QWL
adalah lingkungan kerja dan semua pekerjaan di dalammya harus sesuai dengan
orang-orang dan teknologi. Filippo (2005) mendefinisikan QWL sebagai setiap
pekerjaan (perbaikan) yang terjadi pada setiap tingkatan dalam suatu organisasi
untuk meningkatkan efektivitas organisasi yang lebih besar.
Pada dasarnya Quality of Work Life merupakan salah satu tujuan penting
dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan pekerja. Banyak pekerja saat ini
menginginkan suatu tingkat keterlibatan yang tinggi dalam pekerjaan-pekerjaan
mereka. Mereka mengharapkan mendapat kesempatan untuk memberikan
sumbangan yang lebih besar terhadap organisasi. Keinginan untuk dapat berperan
lebih besar ini semestinya dipandang sebagai peluang bagi perusahaan untuk
memperluas kesempatan pengembangan pekerja (restrukturisasi kerja) secara
proporsional, partisipasi dan lingkungan kerja yang aman dan nyaman (Walton
dalam Irawati 2015).