Ada banyak faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas kehidupan kerja
karyawan. Dengan diketahuinya faktor-faktor tersebut diharapkan akan diketahui
faktor apa yang dianggap sangat penting bagi karyawan sehingga akan terbentuk
suatu kualitas kehidupan kerja.
Menurut Riggio (2000: 240) “Quality of work life is determined by the
compensation and benefit which worker receive, by their chances to participate and
advance in the organization, by job security, by the type of work, by the
characteristics of the organization, and by the quality of interaction among various
organizational members”. Menurut pernyataan Riggio diatas bahwa kualitas
kehidupan kerja ditentukan oleh kompensasi dan manfaat yang diterima karyawan.
Kesempatan untuk berpatisipasi dan pengalaman mereka dalam organisasi,
keamanan kerja, desain kerja, karakteristik organisasi itu sendiri, dan kualitas antar
anggota organisasi.
Menurut Stoner (2002: 156) “Quality of work life involves the quality of
supervision, working condition, pay and benefits, and the nature of the job”. Artinya
bahwa kualitas kehidupan kerja meliputi kualitas pengawasan, kondisi kerja,
kompensasi, dan suasana kerja.
Menurut Mandell, dalam Stoner (2002: 156) bahwa terdapat criteria-kriteria
utama dalam kualitas kehidupan kerja yaitu : a. Adequate remuneration, b. Safe and
healthy environment, c. Development of human capabilities, d. Growth and security,
e. Social integration, f. Constitutionalism, g. Total life space, h. Social relevance.
Menurut Mandell kriteria utama dalam kualitas kehidupan kerja diatas
adalah : a. Kompensasi yang cukup mewadahi, b. Lingkungan yang aman dan sehat,
c. Pengembangan kemampuan karyawan, d. Pertumbuhan dan keamanan, e.
Integritas social, f. Berdasarkan konstitusi, g. Lingkungan organisasi secara
keseluruhan, h. Hubungan social.
Ada tujuh indikator dalam pengukuran kualitas kehidupan kerja yang
dikembangkan oleh Walton’s (1974: 19-20) dalam Matzin (2004) “A quality of
work life measure consisting of seven faktors : growth and development,
participation, physical environment, supervision, pay and benefit, social relevance
and work place integration”. Menurut Walton’s kualitas kehidupan kerja ditentukan
oleh tujuh faktor yaitu pertumbuhan dan pengembangan, partisipasi, system imbalan
yang inovatif, pengawasan, lingkungan kerja, hubungan social, dan integritas
tempat kerja. Tetapi dalam penelitian ini hanya akan digunakan empat indikator
saja, yaitu :
