Pengukuran kepuasan kerja karyawan dengan mengidentikasi lima dimensi
karakteristik pekerjaan yang paling penting di mana karyawan memiliki respon
afektif (Karambut, dkk,. 2012: 658:659):
a. Pekerjaan itu sendiri adalah terkait dengan karakteristik pekerjaan dan
kompleksitas pekerjaan yang dijalankan itu menyenangkan dan
memuaskan serta memberikan tantang kepada karyawan
b. Pendapatan/ gaji adalah sejumlah upah yang diterima di mana hal ini
dipandang sebagai hal yang dianggap pantas dibanding dengan orang lain
dalam organisasi.
c. Kesempatan promosi adalah proses perubahan dari suatu pekerjaan ke
pekerjaan lain dalam hierarki wewenang dan tanggung jawab yang lebih
tinggi daripada wewenang dan tanggung jawab yang telah diberikan pada
waktu sebelumnya dengan kata lain diberikan kesempatan untuk maju
dalam organisasi tersebut
d. Pengawasan adalah hubungan antara setiap karyawan dengan atasan
langsung
e. Rekan kerja adalah teman kerja dalam organisasi dan interaksinya yang
bersifat kerjasama dalam pekerjaan.
Kepuasan kerja mempunyai banyak dimensi, secara umum adalah kepuasan
dalam pekerjaan itu sendiri, gaji, pengakuan, hubungan antara supervisor dengan
tenaga kerja, dan kesempatan untuk maju. Setiap dimensi menghasilkan perasan
puas secara keseluruhan dengan pekerjaan itu sendiri. Tolak ukur tingkat kepuasan
yang mutlak tidak ada karena setiap individu pegawai berbeda standar
kepuasaannya. Indikator kepuasan kerja ini dapat diukur dengan kedisiplinan,
moral kerja, dan labour turnover yang kecil, maka secara relatif kepuasan kerja
pegawai baik tetapi sebaliknya jika kedisiplinan, moral kerja dan labour turnover
besar maka kepuasan kerja pegawai pada perusahaan dinilai kurang (Rosita dan
Yuniati, 2016:4).
Robin & Judge (2013:80) menyebutkan bahwa terdiri dari lima komponen
kepuasan kerja, yaitu:
a. Pekerjaan itu sendiri. Sejauh mana pekerjaan menyediakan individu
dengan menarik tugas, kesempatan untuk belajar, dan kesempatan untuk
menerima tanggung jawab
b. Pembayaran/ Pay. Jumlah keuangan remunerasi yang diterima dan
sejauh mana ini dipandang sebagai adil dalam organisasi
c. Peluang Promosi. Kemungkinan untuk kemajuan dalam organisasi
d. Pengawasan. Kemampuan supervisor untuk menyediakan bantuan teknis
dan dukungan perilaku
e. Rekan kerja. Tingkat dimana rekan sekerja secara teknis dan sosial
mendukung
