Dimensi-dimensi Career Development

Busro menyatakan bahwa “Definisi Operasional Pengembangan
Karir adalah suatu upaya yang dilaksanakan setiap pegawai atau
organisasi untuk memacu dirinya agar berbuat yang optimal dalam
mengabdi dan meningkatkan kemampuan/keterampilan pada pelaksanaan
tugas pokok dan fungsi organisasi profit dan non profit serta seluruh
pekerjaan”. Menurut (Busro, 2018) ada 3 dimensi pengembangan karir:
1. Kejelasan karir, diukur dari indikator (1) kenaikan pangkat secara
jelas, (2) kesempatan menjadi kepala/pimpinan atau wakil
kepala/pimpinan, (3) kesempatan menduduki jabatan tertentu
sesuai dengan struktur organisasi yang ada.
2. Pengembangan diri diukur dari indikator (1) kesempatan
mengikuti berbagai pelatihan, (2) kesempatan melanjutkan
pendidikan, (3) Kesempatan mengikuti berbagai seminar/ diskusi
/workshop, (4) kesempatan mengikuti berbagai kursus
kompetensi untuk mendapatkan sertifikan keahlian.
3. Perbaikan mutu kinerja diukur dari indikator (1) peningkatan
disiplin diri, (2) kesetiaan, (3) peningkatan motivasi di kalangan
karyawan.
Bahri & Zamzam menyatakan bahwa “pengembangan karir adalah
kesatuan kegiatan seseorang dalam kehidupannya untuk mengembangkan
diri dan kegiatan organisasi mengembangkan pegawai dilaksanakan
secara formal dengan tujuan mendapatkan keseimbangan antara karir
individu dengan organisasi. (Bahri & Zamzam, 2015) mengemukakan,
bahwa dimensi pengembangan karir yaitu:
1. Perencanaan karir yang meliputi indikator (1) pola karir sesuai
dengan konsep, (2) evaluasi dan penghargaan, (3) memberikan
peluang pengembangan, (4) tempat kerja sesuai dengan tujuan
organisasi.
2. Manajemen yang meliputi indikator (1) sidak kelapangan, (2)
tindak lanjut sidak lapangan.
3. Keandalan meliputi indikator (1) meneliti kebenaran laporan, (2)
latar belakang pendidikan dan pengalaman, (3) memiliki inisiatif
dalam mengatasi masalah.
4. Sikap meliputi indikator (1) sikap yang loyal, (2) membantu
pegawai lain, (3) kekompakan kerja dan selalu bekerjasama.