Menurut Aditama (2015:1169) faktor yang dapat mempengaruhi
independensi auditor beberapa diantaranya adalah :
1) Hubungan keuangan dengan klien.
Dalam menjalankan pekerjaannya seorang audit apabila memiliki hubungan dengan
keuangan dalam klien yang sedang di audit memberikan pengaruh yang besar terhadap
kedua pihak di karnakan kemungkinan auditor memiliki sebagian saham pada
perusahaan yang di tanganinya dengan demikian auditor dalam meberikan hasil
memiliki beberapa manipulasi data sehingga tidak terjadi kerugian dan mana
perusahaan tetap baik.
2) Kedudukan dalam perusahaan.
Memiliki kedudukan lebih dalam perusahaan dapat mempengaruhi bagaimana
terjadinya resiko manajemen laba, adanya beberapa pihak yang terkait dan ikut
campur tangan dalam menjalankan pekerjaan sebagai auditor dan seorang auditor
16
tidak ada pihak yang mengawasi apabila kedua kedudukan di miliki oleh satu orang
saja.
3) Keterlibatan dalam usaha yang tidak sesuai dengan klien.
Memiliki kerjasama dengan klien dalam hal lain juga dapat mempengaruhi bagai mana
transparansi seorang auditor dalam menangani kasus yang sedang ia kerjakan, adanya
ikatan bersama klien demi menjaga nama baik dan rasa tidak enakan kepada pihak
klien menyebabkan mudah terjadinya resiko penyelewengan yang di lakukan auditor.
4) Pelaksanaan jasa lain untuk klien audit.
Adanya layanan jasa selain mengaudit yang mengakibatkan ketidak efisiensi dan
efektif dalam pengerjaan tugas yang di lakukan auditor melibatkan dua pekerjaan yang
berbeda dalam satu klien memberikan pengaruh yang besar terhadap hasil dari salah
satu jasa yang di lakukan berupa hasil dari auditor itu sendiri.
5) Hubungan keluarga dan pribadi.
Adanya keterkaitan yang di miliki seorang auditor dapat mempengaruhi bagaiman
jalannya pengerjaan audit terhadap suatu perusahaan yang sedang auditor tersebut
tangani, memiliki rasa segan dan ragu yang dapat merugikan perusaan.
6) Imbalan atas jasa profesional.
Tanpa diragukan lagi banyak auditor mulai kekurangan sikap independensinya
terhadap gaji yang di terima, memiliki pesaing yang banyak dalam
mendapatkan penugasan pada klien yang memiliki fee yang tidak sedikit yang
menyebabkan adanya sikut menyikut sesama auditor merupakan suatu tindak
kurang terpuji yang bila terjadi dapat mencemari nama baik auditor dan nama
baik profesi akuntan.
7) Penerimaan barang atau jasa dari klien.
Banyak klien yang memiliki trik kecil untuk berkerjasama dengan auditor yang sedang
mengaudit perusahaan nya, dengan berupa hadiah-hadia kecil seperti uang bensin atau
hal-hal kecil lainnya yang memberikan terkanan terhadap auditor agar memberikan
kesan baik terhadap hasil dari laporan perusahaan klien, tidak sedikit pula beberapa
auditor tetap memperhatankan prinsipnya sebagai seorang audito yang jujur dan
terbuka.
