Citra Destinasi

Menurut Echtner dan Brent Ritchie dalam (Kurniawan, 2014) Destination
image secara sederhana mengacu pada impresi terhadap suatu tempat atau
persepsi seseorang terhadap suatu area tertentu. atas dasar ini, maka tidak ada
komponen yang bersifat baku guna mengukur destination image suatu tempat atau
kota. Menurut Echtner dan Brent Ritchie dalam (Kurniawan, 2014) destination
image meliputi berbagai hal yang bersifat paling umum sampai pada hal-hal yang
menyangkut psikologis yang mendasarkan pada keunikan, features, event,
perasaan atau aura.
Menurut Lopes (2011), mendefinisikan konsep citra destinasi sebagai
ekspresi dari semua pengetahuan obyektif, prasangka, imajinasi dan pikiran
emosional seorang individu atau kelompok tentang lokasi tertentu. Kemudian
Kotler, Haider dan Rein dalam (Lopes, 2011), mendefinisikan citra sebagai
jumlah dari semua keyakinan, ide dan kesan bahwa seseorang terkait dengan
sebuah destinasi. Destinasi wisata mencakup segala sesuatu yang ada di daerah,
baik masyarakatnya, industri lain, dan hal lainnya yang dapat menjadi bagian dari
pengalaman destinasi, kekhasan lokal yang dapat dinikmati wisatawan meskipun,
bukan bagian dari ekonomi wisata secara khusus (Hanif, A. Kusumawati, 2016).
Citra/ image sebuah destinasi merupakan persepsi yang terbentuk dari
berbagai informasi yang diterima oleh wisatawan. Setiap tempat tujuan pariwisata
mempunyai citra tertentu yang mengandung keyakinan, kesan, dan persepsi
tentang sebuah destinasi, (Destari, 2017). Menurut Echtner dan Brent Ritchie
dalam (Kurniawan, 2014) bahwa atribut-atribut yang digunakan untuk mengukur
destination image meliputi 34 komponen, dimana komponen ini yang merupakan
atribut dari obyek wisata mulai dari atribut yang bersifat fungsional sampai atribut
yang bersifat psikologis.