Indikator Kepercayaan Konsumen

Kepercayaan dibangun antara pihak-pihak yang belum saling
mengenal baik dalam interaksi maupun proses interaksi. Kepercayaan
itu sendiri dibagi menjadi dua dimensi yaitu trusting intention dan
trusting belief. Trusting intention adalah sesuatu hal yang disengaja
dimana seseorang siap bergantung pada orang lain dalam suatu
situasi, sedangkan trusting belief adalah persepsi pihak yang percaya
(konsumen) terhadap pihak yang dipercaya (penjual toko maya) yang
mana penjual memiliki karateristik yang akan menguntungkan konsumen. Bachman & Akbar menyatakan bahwa kepercayaan terdiri
dari 3 komponen yang membangun trusting belief, yaitu : 6
1) Integritas
Merupakan persepsi konsumen bahwa perusahaan
mengikuti prinsip-prinsip yang dapat diterima seperti menepati
janji, berperilaku sesuai etika dan jujur. Integritas perusahaan
tergantung dari konsistensi perusahaan dimasa lalu, komunikasi
kredibel atau komunikasi tidak kredibel suatu perusahaan pada
kelompok lain, dan apakah tindakan yang dilakukan perusahaan
sesuai dengan janji atau kata-kata yang diucapkan perusahaan.
Indikator dari dimensi integritas yaitu Kejujuran dalam
menginformasikan produk.
2) Kebaikan (Benevolence)
Yang didasarkan pada besarnya kepercayaan kemitraan
yang memiliki tujuan dan motivasi yang menjadi kelebihan
untuk organisasi lain pada saat kondisi yang baru muncul, yaitu
kondisi dimana komitmen tidak terbentuk.
Indikator dari dimensi kebaikan yaitu Kebaikan dalam
memberikan jaminan atas produk yang dibeli.
3) Kompetensi (Competence)
Kompetensi merupakan kemampuan untuk memecahkan
permasalahan yang dihadapi oleh konsumen dan memenuhi
segala keperluannya. Kemampuan mengacu pada keahlian dan
karateristik yang memungkinkan suatu kelompok mempunyai
pengaruh yang dominan.
Indikator dari dimensi kompetensi yaitu Kemammpuan untuk
memecahkan masalah yang dihadapi konsumen.