Kemunculan teknologi baru yang berdampak munculnya sistem baru pada dunia
perdagangan, memberikan kemudahan bagi para pecinta belanja untuk mendapatkan produk
yang dibutuhkannya melalui jasa yang diberikan oleh para pelaku bisnis yang mulai
mengikuti perkembangan teknologi dengan menyediakan marketplace yang menguntungkan
bagi para penjual juga pembeli. Kemudahan dalam penggunaan adalah salah satu hal yang
menjadi pertimbangan para calon pembeli untuk melakukan transaksi pada suatu situs.
Pengertian kemudahan menurut Roger dalam jurnal penelitian Yuli Harwani (2017)
menyatakan bahwa persepsi kemudahan penggunaan adalah sebagai berikut:
“Kemudahaan penggunaan merupakan sejauh mana teknologi inovatif dianggap tidak
sulit untuk dipelajari, dipahami, dan dioperasikan. Konsep ini mencakup kejelasan
tujuan penggunaan teknologi informasi teknologi (TI) dan kemudahaan penggunaan
sistem untuk tujuan sesuai dengan keinginan pemakai.”
Sama halnya menurut Wen et al dalam jurnal penelitian Wulan (2019), adalah situasi
dimana konsumen merasa mudah dalam hal berbelanja dan berinteraksi dengan toko yang
berbasis web yang menawarkan sebuah produk, konsumen juga dapat dengan mudah
menerima segala informasi yang telah tersedia tentang produk yang diinginkan.
Sedangkan pengertian lainnya menurut Davis dalam jurnal penelitian Irmadhani
(2015) kemudahan penggunaan didefinisikan sebagai tingkat kepercayaan individu yang
menggunakan teknologi baru akan bebas dari kesulitan.
Berdasarkan beberapa pendapat para ahli yang telah dipaparkan diatas penulis sampai
pada pemahaman bahwa kemudahaan berbelanja adalah bagaimana sistem yang diberikan
mudah dipelajari, dipahami, dan digunakan sehingga memberikan kepercayaan kepada
pengguna bahwa sistem tidak akan sulit digunakan serta memberikan kenyamanan saat
bertransaksi dan dapat menyelesaikan keinginan pemakainya
