Niat beli adalah perilaku konsumen yang menunjukan sejauh mana
komitmennya dalam melakukan pembelian. Sedangkan menurut Kotler dan
Armstrong (2011), niat beli timbul setelah adanya proses evaluasi alternatif.
Dalam proses evaluasi, seseorang akan membuat suatu rangkaian pilihan
mengenai produk yang hendak dibeli atas dasar merek maupun minat.
Faktor utama yang mempengaruhi minat seseorang untuk melakukan pembelian
ulang (Kotler dan Armstrong, 2011) yaitu:
1. Faktor Kultur : Kultur dan kelas sosial seseorang dapat mempengaruhi
minat seseorang dalam melakukan pembelian. Konsumen memiliki
persepsi, keinginan dan tingkah laku yang dipelajari sedari kecil, sehingga
pada akhirnya akan membentuk persepsi yang berbeda – beda pada
masing-masing konsumen.
2. Faktor nasionalitas, agama, kelompok ras dan wilayah geografis juga
berpengaruh pada masing-masing individu.
3. Faktor Psikologis meliputi pengalaman belanja individu sebelumnya, serta
pengaruh sikap dan keyakinan individu. Pengalaman belanja dapat
didefinisikan sebagai suatu perubahan perilaku akibat pengalaman
sebelumnya. Timbulnya minat konsumen untuk melakukan pembelian
ulang sangat dipengaruhi oleh pengalaman belanja individu dan
pengalaman belanja konsumen yang akan menentukan tindakan dan
pengambilan keputusan membeli.
4. Faktor Pribadi meliputi kepribadian, umur, pekerjaan, situasi ekonomi dan
juga lifestyle dari konsumen itu sendiri akan mempengaruhi persepsi dan
pengambilan keputusan dalam membeli. Faktor pribadi ini termasuk di
dalamnya konsep diri.
5. Faktor Sosial mencakup faktor kelompok anutan (small reference group).
Kelompok anutan didefinisikan sebagai suatu kelompok orang yang
mempengaruhi sikap, pendapat, norma dan perilaku konsumen. Kelompok
anutan ini merupakan kumpulan keluarga, kelompok atau orang tertentu.
Dalam menganalisis niat beli ulang, faktor keluarga berperan sebagai
pengambil keputusan, pengambil inisiatif, pemberi pengaruh dalam
keputusan pembelian, penentu apa yang dibeli, siapa yang melakukan
pembelian dan siapa yang menjadi pengguna. Pengaruh kelompok acuan
terhadap niat beli ulang antara lain dalam menentukan produk dan merek
yang mereka gunakan yang sesuai dengan aspirasi kelompoknya.
Keefektifan pengaruh niat beli ulang dari kelompok anutan sangat
tergantung pada kualitas produksi dan informasi yang tersedia pada
konsumen.
