Perilaku konsumen (consumer behavior) di definisikan sebagai
kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan
dan menggunakan barang-barang/jasa termasuk di dalamnya proses
pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan
tersebut (Sunyoto, 2012). Dua elemen penting dari perilaku konsumen adalah
proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik, yang keduanya melibatkan
individu dalam menilai, mendapatkan, dan mempergunakan barang maupun
jasa. Untuk memahami perilaku konsumen, perlu diketahui beberapa faktor
yang mempengaruhi konsumen dalam memutuskan suatu pembelian. Menurut
Sunyoto (2012), faktor-faktor tersebut terdiri dari faktor internal dan
eksternal. Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri konsumen
dalam mempengaruhi kegiatan konsumsinya, yang terdiri dari kebudayaan,
kelas sosial, dan keluarga. Sedangkan faktor internal mempengaruhi pola
kegiatan konsumsi, yang merupakan faktor-faktor yang berasal dari dalam
individu atau yang melekat pada diri individu, yang mempengaruhi seseorang
dalam melakukan suatu tindakan atau aktivitas yang langsung terlibat dalam
mendapatkan, mengkonsumsi, menggunakan dan menghabiskan barangbarang dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli
tindakan ini, yang terdiri dari motivasi, persepsi, kepribadian dan konsep diri. 1) Pengenalan Masalah
Proses pembelian dimulai ketika pembeli menyadari suatu
masalah atau kebutuhan yang dipicu oleh rangsangan internal atau
eksternal. Lalu rangsangan tersebut akan berubah menjadi dorongan.
2) Pencarian Informasi
Konsumen akan mencari informasi-informasi ketika mengetahui
apa yang dibutuhkan olehnya. Sumber informasi konsumen di bedakan
menjadi 4, yaitu pribadi (keluarga, teman, tetangga, rekan), komersial
(iklan, situs web, kemasan), publik (media masa, organisasi pemeringkat
konsumen), eksperimental (penanganan, penggunaan produk,
pemeriksaan). Jika informasi yang dibutuhkan konsumen telah di peroleh
dan mampu membuat konsumen puas maka konsumen akan membeli
produk tersebut.
3) Evaluasi Alternatif
Pada proses ini konsumen memiliki beberapa alternatif pilihan
yang akan di evaluasi. Konsep dasar yang membantu dalam memahami
proses evaluasi, yaitu :
a) Konsumen berusaha memuaskan sebuah kebutuhan.
b) Konsumen mencari manfaat tertentu dan solusi produk.
c) Konsumen melihat masing-masing produk sebagai sekelompok
atribut dengan berbagai kemampuan untuk menghantarkan manfaat
yang diperlukan untuk memuaskan kebutuhan.
4) Keputusan Pembelian
`Dalam tahap evaluasi, konsumen membentuk preferensi antar
merek dalam kumpulan pilihan. Konsumen mungkin juga membentuk
maksud untuk membeli merek yang paling disukai. Dalam melaksanakan
maksud pembelian, konsumen dapat membentuk lima sub keputusan
berdasarkan, merek, penyalur, kuantitas, waktu, dan metode pembayaran.
5) Perilaku Pascapembelian
Setelah melakukan pembelian, konsumen akan mengalami level
kepuasan atau ketidakpuasan tertentu. Konsumen yang tidak puas akan
suatu merek, cenderung akan pindah ke merek lain. Sedangkan jika
konsumen merasa puas akan suatu merek, kemungkinan akan melakukan
pembelian ulang terhadap suatu merek
