Minat merupakan kecenderungan yang tetap untuk memerhatikan dan
mengenang beberapa kegiatan. Oleh karena itu minat adalah aspek psikis yang
dimiliki seseorang yang menimbulkan rasa suka ataupun tidak tertariknya
terhadap sesuatu dan mampu mempengaruhi suatu tindakan orang tersebut.
Menurut Slameto (2010), minat mempunyai hubungan yang erat dengan dorongan
dalam diri individu yang kemudian menimbulkan keinginan untuk berpartisipasi
atau terlibat pada suatu yang diminatinya. Minat digambarkan sebagai situasi
seseorang sebelum melakukan tindakan yang dapat dijadikan dasar untuk
memprediksi perilaku atau tindakan tersebut (Firdaus, 2017). Perilaku Minat
Konsumen merupakan hasil evaluasi terhadap suatu merk atau jasa, sehingga
terdapat tahap akhir yaitu tahap keputusan terhadap merk atau jasa yang akan
digunakan, kemudian mengevaluasi dan menyimpannya pada sebuah informasi
untuk digunakan dimasa yang akan datang. Dengan adanya perhatian dan interaksi
dengan lingkungan maka minat tersebut akan dapat berkembang.
Minat pelanggan merupakan sesuatu yang berhubungan dengan rencana
konsumen untuk membeli produk tertentu serta berapa banyak unit produk yang
dibutuhkan pada periode tertentu, dapat dikatakan bahwa minat beli konsumen
merupakan pernyataan mental dari diri konsumen yang merefleksikan rencana
pembelian sejumlah produk dengan merek tertentu. Hasil analisis yang di lakukan
oleh Rizal dan Marheni (2018), menunjukkan bahwa kualitas pelayanan
berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli pelanggan. Kotler dan
Keller et al., (2013) menjelaskan timbulnya minat konsumen untuk melakukan
pembelian ulang sangat dipengaruhi oleh pengalaman belajar individu dan
pengalaman belajar konsumen yang akan menentukan tindakan dan pembelian
keputusan membeli. Berkaitan dengan prilaku konsumen, Kotler dan Keller et al.,
(2013) Suatu perilaku yang dilakuan konsumen setelah melakukan pembelian
yang sebelumnya telah didasari dengan kepuasan yang akan ditunjukan dengan
prilaku konsumen itu untuk melakukan pembelian lagi pada produk atau jasa yang
sama dalam kesempatan selanjutnya merupakan pembelian ulang.
Adapun yang mempengaruhi minat beli konsumendapat diidentifikasi
melalui indikator-indikator sebagai berikut:
1. Minat transaksional, yaitu kecenderungan seseorang untuk membeli
produk.
2. Minat refrensial, yaitu kecenderungan seseorang untuk mereferensikan
produk kepada orang lain.
3. Minat preferensial, yaitu minat yang menggambarkan perilaku seseorang
yang memiliki prefrensi utama pada produk tersebut. Prefrensi ini hanya
dapat diganti jika terjadi sesuatu dengan produk prefrensinya.
4. Minat eksploratif, minat ini menggambarkan perilaku seseorang yang
selalu mencari informasi mengenai produk yang diminatinya dan mencari
informasi untuk mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut.
Pemahamam terhadap perilaku konsumen tidak lepas dari minat membeli,
karena minat membeli merupakan salah satu tahap yang pada subyek
sebelum mengambil keputusan untuk membel
