Manusia dalam kehidupannya diidentifikasi memiliki faktor
penggerak yang menuntun dirinya dalam mengambil suatu keputusan yakni
Encouragement (Oum & Han, 2011). Encouragement adalah suatu bentuk
dukungan sosial yang diberikan kepada seseorang untuk tujuan kesehatan
psikologis dan bersifat intangible (Arenas-Gaitán et al., 2018). Perceived
encouragement dapat membuat seseorang menolak rangsangan negatif dari
dalam dirinya, selain itu juga mampu menuntun seseorang keluar dari suatu
keadaan pikiran yang tidak diharapkan (Choi et al., 2015). Perceived
encouragement juga memiliki pengaruh dalam hal teknologi informasi(Oum
& Han, 2011), hal ini terkait hubungannya dengan kebiasaan seseorang
menggunakan sesuatu (Arenas-Gaitán et al., 2018). Sistem teknologi
informasi diciptakan guna memudahkan penggunanya mengakses informasi
yang diperlukan untuk kepentingan pengambilan keputusan (Kwon & Wen,
2010). Sistem teknologi informasi yang saat ini digunakan oleh masyarakat
adalahSNS(Kwon & Wen, 2010).
SNSmengubah bagaimana orang menggunakan internet, menciptakan
gambaran profil dan konten pribadinya, cara membagikan foto, video dan
blog (Karahasanović et al., 2009). Pemahaman mengenai social network
sebelum adanya internet hanya berfokus pada relasi yang terjalin dalam masyarakat dan hubungan bertatap muka secara langsung, sedangkan saat ini
pemahaman tersebut telah berkembang mencakup setiap interaksi yang
memanfaatkan internet atau bersifat online(Kwon & Wen, 2010).
Pemanfaatan SNS saat ini tidak luput dari faktor perceived encouragement
karena SNS dimanfaatkan oleh penggunanya untuk memenuhi kebutuhan
mereka dalam berpartisipasi di kehidupan sosial (Kwon & Wen, 2010).
Pengguna yang memanfaatkan SNS karena adanya faktor perceived
encouragement cenderung memiliki kebutuhan terhadap social identity yang
lebih tinggi, hal ini menunjukan social identity memberikan pengaruh penting
terhadap perceived encouragement (Arenas-Gaitán et al., 2018).Pengaruh
social identity terhadap perceived encouragement akan berujung pada
penyampaian persepsi pribadi yang dapat menggambarkan kepribadian
seseorang kepada pihak lain (Choi et al., 2015).
Pengguna yang memanfaatkan SNS karena faktor Perceived
encouragement (Kwon & Wen, 2010)merasa fasilitas komunikasi yang
tersedia di SNS mampu mempermudah interaksi antar sesama penggunanya
termasuk salah satunya WOM (Choi et al., 2015). Kepuasan yang diperoleh
dari pemanfaatan SNS dapat terlihat pada perilaku penggunanya (ArenasGaitán et al., 2018), melalui SNS penggunanya dapat dengan mudah
mengemukakan pendapat dan kepedulian mereka terhadap orang lain (Choi et
al., 2015) salah satunya dengan menyebarkan WOM (Oum & Han, 2011).
WOM seringkali dilakukan oleh seseorang dengan tujuan untuk memberikan
kesan kepada pihak lain, selain itu WOM juga dimanfaatkan untuk
Konsekuensi dari social identity
menunjukkan antusias yang dirasakan dalam suatu percakapan (ArenasGaitán et al., 2018). Dampak dari perceived encouragement dalam
pemanfaatan SNS berpengaruh terhadap pemberian saran di lingkungan sosial
yang berarti juga mempengaruhi WOM (arenas gaitan, 2018)
