Keputusan Pembelian

Kehidupan manusia tidak lepas dari melakukan jual beli. Sebelum
melakukan pembelian, seseorang biasanya akan melakukan keputusan
pembelian terlebih dahulu terhadap suatu produk. Keputusan pembelian
merupakan kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam
pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian terhadap produk yang
ditawarkan oleh penjual.
Keputusan Pembelian menurut Philip Kotler (2005) merupakan suatu
proses penyelesaian masalah yang meliputi pengenalan dari kebutuhan atau
keinginan, mencari informasi, penilaian beberapa alternatif, keputusan
pembelian, serta perilaku setelah pembelian. Menurut Basu Swastha (2005)
terdapat beberapa faktor untuk mempengaruhi keputusan membeli meliputi
dari letak lokasi penjualan strategis, pelayanan yang baik, kemampuan dari
tenaga penjual, iklan promosi, serta penggolongan barang.
Proses pengambilan keputusan pembelian pada setiap orang pada
dasarnya adalah sama, hanya saja semua proses tersebut tidak semua
dilaksanakan oleh para konsumen. Pengertian keputusan pembelian menurut
Drumond (2003) adalah mengidentifikasikan semua pilihan yang mungkin
untuk memecahkan persoalan itu dan menilai pilihan-pilihan secara
sistematis dan obyektif serta sasaran – sasarannya yang menentukan
keuntungan serta kerugiannya masing – masing.
Peter dan Olson (2000) keputusan pembelian adalah proses
mengkombinasikan pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku
alternatif dan memilih salah satu diantaranya. Keputusan pembelian menurut
Schiffman dan Kanuk (2000) adalah pemilihan suatu tindakan dari dua
pilihan alternatif atau lebih.
Setiadi (2003), menuturkan pengambilan keputusan yang diambil oleh
konsumen dapat disebut sebagai pemecahan masalah. Dalam proses
pengambilan keputusan, konsumen memiliki sasaran atau perilaku mana yang
ingin dilakukan untuk mencapai sasaran tersebut. Dengan demikian hal ini
dapat membantu memecahkan masalahnya. Selanjutnya dijelaskan
pemecahan masalah merupakan suatu aliran timbal balik yang
berkesinambungan diantara faktor lingkungan, proses kognitif dan afektif
serta tindakan perilaku. Pada tahap pertama merupakan pemahaman adanya
masalah. Selanjutnya terjadi evaluasi terhadap alternatif yang ada dan
tindakan yang paling sesuai dipilih. Pada tahap selanjutnya, pembelian
dinyatakan dalam tindakan yang pada akhirnya barang yang telah dipilih atau
ditunjuk akan digunakan dan konsumen akan melakukan evaluasi ulang
mengenai keputusan yang telah diambilnya.
Pranoto (2008), juga menjelaskan perilaku pengambilan keputusan
oleh konsumen untuk melakukan pembelian produk atau jasa diawali dengan
adanya kesadaran atas pemenuhan kebutuhan atau keinginan dan menyadari
adanya masalah selanjutnya, maka konsumen akan melakukan beberapa
tahap yang pada akhirnya sampai pada tahap evaluasi pasca pembelian.
Menurut Assauri (2004) Keputusan pembelian merupakan suatu
proses pengambilan keputusan akan pembelian yang mencakup penentuan
apa yang akan dibeli atau tidak melakukan pembelian dan keputusan itu
diperoleh dari kegiatan-kegiatan sebelumnya.
Dari beberapa pengertian pengambilan keputusan yang telah
dipaparkan diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa keputusan
pembelian adalah suatu proses pengambilan keputusan akan pembelian yang
akan menentukan dibeli atau tidaknya pembelian tersebut yang diawali
dengan kesadaran atas pemenuhan atau keinginan.
Kotler (2005) menyatakan bahwa perilaku pembelian konsumen
dipengaruhi oleh faktor- faktor berikut :
1. Faktor budaya
Faktor-faktor budaya mempunyai pengaruh yang paling luas dan
paling dalam. Budaya, sub-budaya, dan kelas sosial sangat penting bagi
perilaku pembelian. Budaya merupakan penentu keinginan dan perilaku
yang paling dasar. Sub budaya mencakup kebangsaan.
2. Faktor sosial
Selain faktor budaya, perilaku konsumen dipengaruhi oleh faktorfaktor sosial seperti kelompok acuan, keluarga, serta peran dan status
sosial masyarakat.
3. Faktor Pribadi
Keputusan pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi.
Karakteristik tersebut meliputi usia dan tahap siklus hidup, pekerjaan,
keadaan ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep-diri
pembeli.
4. Faktor psikologis
Pilihan pembelian seseorang dipengaruhi oleh empat faktor
psikologi utama. Faktor-faktor tersebut terdiri dari motivasi, persepsi,
pembelajaran, serta keyakinan dan sikap.
Tahap-tahap proses pengambilan keputusan pembelian di atas
menunjukkan bahwa para konsumen harus melalui seluruh urutan tahap
ketika membeli produk, namun tidak selalu begitu. Para konsumen dapat
melewati atau membalik beberapa tahap Keputusan konsumen timbul karena adanya penilaian objektif atau
karena dorongan emosi. Keputusan untuk bertindak adalah hasil dari
serangkaian aktivitas dan rangsangan mental emosional. Proses untuk
menganalisa, merasakan dan memutuskan, pada dasarnya adalah sama seperti
seorang individu dalam memecahkan banyak permasalahannya.
Keputusan pembelian merupakan keputusan yang diambil konsumen
dalam menghadapi permasalahan dengan menggunakan serta memanfaatkan
segala macam informasi yang telah diketahui dan kemudian menilai dari
berbagai alternatif yang dapat dipilih (Kotler dan Keller, 2009). Indikator
menurut Kotler yaitu:
a) Cepat memutuskan
b) Mantap memutuskan
c) Yakin memutuskan untuk membeli