Menurut (Jaspar, 2009) brand image perusahaan adalah representasi dari penilaian
yang dilakukan oleh konsumen, baik konsumen yang potensial ataupun konsumen
yang merasa kecewa. Dan juga termasuk pihak-pihak yang berkaitan dengan
perusahaan seperti supplier, agent, maupun investor. Brand image perusahaan juga
dapat dikatakan adalah pengaruh dari
kepuasan konsumen dalam hal pelayanan perusahaan.
Adapun penjelasan dari tahapan pembentukan brand image perusahaan adalah sebagai
berikut.
a. Objek mengeksplorasi (visual atau mendengar) upaya yang dilakukan oleh
perusahaan dalam membentuk brand image perusahaan
b. Objek mulai menyiratkan perhatiannya kepada perusahaan tersebut
c. Selanjutnya objek mencari dan mencoba mengerti upaya yang telah dilakukan
oleh perusahaan tersebut,
d. Selanjutnya terjadi pembentukan brand image perusahaan pada tahap ini
e. Brand image perusahaan yang terbentuk akan mempengaruhi tingkah laku dari
objek tersebut.
Dirujuk dari beberapa penelitian yang sebelumnya sudah pernah dilakukan
contohnya seperti (S. Ganguli, 2011) menunjukkan adanya pengaruh yang bersifat
positif dari variabel brand image perusahaan terhadap keputusan dan kepuasan
konsumen dan dalam variabelnya menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang cukup
signifikan dari brand image perusahaan terhadap loyalitas yang dimiliki oleh para
konsumen yang telah membeli atau memakai produk perusahaan tersebut. Menurut
(Kotler K. , 2009) mengatakan bahwa terdapat enam indikator yang
mempengaruhinya, yaitu :
1) Atribut suatu merek yang menyampaikan atribut-atribut tertentu melalui
strategi yang dibangun secara matang, misalnya; Mercedes membangun image yang
terbilang mahal, akan tetapi mempunyai kelebihan tahan lama, berkualitas tinggi,
nilai jual yang tidak akan turun secara signifikan, kencang, dan sebagainya.
2) Manfaat Merek bukanlah hanya sekedar menawarkan kehebatan atribut yang
membuatnya memiliki pesona akan tetapi juga harus dipastikan manfaatnya, karena
konsumen pastinya mengharapkan manfaat apa yang mereka beli, bukan hanya
semata-mata memiliki atribut yang baik. Misalnya atribut mobil mahal dapat
diterjemahkan kedalam manfaat emosional dan juga manfaat kenyamanan yang
dirasakan.
3) Nilai-nilai Merek juga dapat menyatakan dan menerangkan values pada
produknya dimana saat konsumen membeli suatu produk maka mereka juga membeli
nilai yang ada pada produk tersebut. Contohnya Mercedes yang melambangkan
kinerja tinggi, keamanan, kenyamanan, prestige, dan sebagainya.
Dari pemaparan teori-teori tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa Brand image
perusahaan adalah pandangan yang menjadi pondasi dari keunggulan ataupun
kelemahan dari suatu perusahaan. Terdapat empat elemen mengenai brand image
perusahaan yaitu personality,reputation,values, dan corporate identity (Kasali, 2003)
