Teori utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah Two Factor
Theory (Teori Dua Faktor) yang dikembangkan oleh Frederick Irving
Herzberg. Two Factor Theory ini juga dikenal sebagai Teori Motivasi Dua
Faktor. Teori tersebut dijabarkan kedalam dua faktor, yaitu dissatisfier-
satisfier atau motivator higiene, atau faktor ekstrinsik-intrinsik. Two Factor
Theory terdapat dua kesimpulan yang spesifik. Pertama, adanya serangkaian
kondisi ekstrinsik, konteks pekerjaan, yang menimbulkan ketidakpuasan
antar karyawan ketika kondisi tersebut tidak ada. Jika kondisi tersebut ada,
kondisi tersebut tidak selalu memotivasi karyawan. Kondisi ini lah yang
disebut sebagai dissatisfier atau faktor higienie, karena faktor-faktor itu
diperlukan untuk mempertahankan, setidaknya, suatu tingkat dari “tidak
adanya ketidakpuasan.” Faktor-faktor tersebut antara lain:
a. Gaji
b. Keamanan pekerjaan
c. Kondisi kerja
d. Status
e. Prosedur perusahaan
f. Kualitas pengawasan teknis
