Teori Kepemimpinan

Kepemimpinan merupakan suatu kunci utama dan berperan penting
dalam kesuksesan suatu perusahaan. Beberapa teori tentang kepemimpinan
banyak yang telah dikembangkan, salah satunya yaitu Thoha (2012:32-37)
mengkategorikan teori kepemimpinan yaitu :
a) Teori Sifat (Trait Theory). Teori ini menyatakan bahwa seseorang yang
dilahirkan sebagai pemimpin akan menjadi pemimpin tanpa memperhatikan
apakah ia mempunyai sifat atau tidak mempunyai sifat sebagai pemimpin
b) Teori Kelompok. Teori ini beranggapan bahwa, supaya kelompok bisa
mencapai tujuan – tujuannya, harus terdapat suatu pertukaran yang positif
diantara pemimpin dan pengikut – pengikutnya. Kepemimpinan yang
ditekankan pada adanya suatu proses pertukaran antara pemimpin dan
pengikutnya ini, melibatkan pula konsep – konsep sosiologi tentang
keinginan – keinginan mengembangkan peran.
c) Teori Situasional dan Model Kontijensi. Teori ini beranggapan bahwa gaya
kepemimpinan yang dikombinasikan dengan situasi akan mampu menentukan
keberhasilan pelaksanaan kerja.
Kartono (2013:33) menjelaskan kemunculan teori – teori kepemimpinan
yaitu:
1. Teori Genetis. Teori ini menjelaskan dimana pemimpin itu dibuat melainkan
lahir dengan bakat – bakat alami sebagai pemimpin. Dia ditakdirkan lahir
menjadi pemimpin dalam situasi dan kondisi bagaimanapun juga.
2. Teori Sosial. Teori ini mengemukakan bahwa pemimpin itu harus disiapkan,
dididik dan dibentuk, tidak dilahirkan begitu saja. Setiap orang bisa menjadi
pemimpin, melalui usaha penyiapan dan pendidikan serta dorongan oleh
kemauan sendiri.
3. Teori Ekologis atau Sintetis. Teori ini menyatakan bahwa seseorang akan
sukses menjadi pimpinan, bila sejak lahirnya dia telah memiliki bakat – bakat
kepemimpinan, dan bakat – bakat ini sempat dikembangkan melalui
pengalaman dan usaha pendidikan juga sesuai dengan tuntutan lingkungan
atau ekologisnya.