Kepemimpinan merupakan salah satu fungsi manajemen sumber daya
manusia yaitu membuat orang lain menyelesaikan pekerjaan, mempertahankan
semangat kerja dan memotivasi bawahan (Dessler, 1997:249). Kepemimpinan
merupakan faktor penting dalam mempengaruhi prestasi suatu organisasi karena
kepemimpinan merupakan kegiatan yang utama tercapainya tujuan sebuah
organisasi.
Koontz et al. (1990) mengatakan bahwa kepemimpinan (leadership)
sebagai pengaruh, seni, atau proses mempengaruhi orang-orang sehingga mereka
akan berusaha mencapai tujuan kelompok dengan kemauan dan antusias. Para
pemimpin bertindak untuk membantu para bawahan untuk mencapai tujuan
organisasi dengan keinginan serta keikutsertaan kelompok dalam melaksanakan
pekerjaan sesuai visi organisasi atau perusahaan.
Kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam
mempengaruhi prestasi suatu organisasi. Hemhill dan Coons (1957:7) dalam Yukl
(2005:4) mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah perilaku individu yang
mengarahkan aktivitas kelompok untuk mencapai sasaran bersama. Katz dan Kahn
(1978:528) dalam Yukl (2005:8) mendefinisikan kepemimpinan adalah pengaruh
tambahan yang melebihi dan berada di atas kebutuhan mekanis dalam mengarahkan
organisasi secara rutin.
Diluar dari kemampuan kepemimpinan seseorang yang telah memiliki
bakat, terdapat beberapa sumber kekuatan yang dimiliki oleh seorang pemimpin
French dan Raven (1959) dalam Yukl (1998:3) yaitu :
a. Reward power, yang didasarkan atas persepsi bahwa pemimpin mempunyai
kemampuan dan sumber daya untuk memberikan penghargaan kepada bawahan
yang tidak mengikuti arahan – arahan pemimpinnya.
b. Coercive power, yang didasarkan atas persepsi bawahan bahwa pemimpin
mempunyai kemampuan memberikan hukuman bagi bawahan yang tidak
mengikuti arahan – arahan pemimpinnya.
c. Legitimative power, yang didasarkan atas identifikasi bahwa pemimpin
mempunyai hak untuk menggunakan pengaruh dan otoritas yang dimilikinya.
d. Reference power, yang didasarkan atas identifikasi (pengenalan) bawahan
terhadap sosok pemimpin. para pemimpin dapat menggunakan pengaruhya
karena karakteristik pribadi, reputasi dan karismanya.
e. Expert power, yang didasarkan atas persepsi bawahan bahwa pemimpin adalah
seorang yang memiliki kompetensi dan mempunyai keahlian dalam bidangnya.
Para pemimpin dapat menggunakan bentuk – bentuk kekuasaan atau kekuatan
yang berbeda untuk mempengaruhi perilaku bawahan dalam berbagai situasi.
Dari beberapa definisi mengenai kepemimpinan, dapat ditarik kesimpulan
bahwa kepemimpinan berperan penting dalam suatu organisasi. Kepemimpinan
merupakan suatu aktivitas untuk membantu, mengarahkan, membimbing bawahan
agar dapat memaksimalkan peran untuk bekerja agar dapat mencapai tujuan
organisasi
