Menurut Sugihastuti (2007: 23), gender adalah perbedaan perilaku
(behavioral differences) antara pria dan wanita yang diaplikasikan secara sosial,
yakni perbedaan yang diciptakan oleh manusia melalui proses sosial dan kultural
yang panjang. Oleh karena itu gender berubah dari waktu ke waktu, dari tempat
ke tempat dan dari lingkungan kerja ke lingkungan kerja lainnya. Gender
merupakan suatu sifat yang melekat pada seorang pria maupun wanita yang
dikonstruksikan secara sosial maupun kultural. Perubahan ciri dan sifat-sifat yang
terjadi dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat lainnya disebut konsep
gender. Wanita menurut pandangan masyarakat umum terkenal lemah, cantik,
emosional dan keibuan. Adapun pria dikenal kuat, jantan, rasional dan perkasa.
Perbedaan ciri-ciri dan sifat-sifat ini dapat terjadi dari waktu ke waktu, dari satu
tempat ke tempat lain. Hal inilah yang dikenal dengan konsep gender. Jadi gender
bukanlah kodrat melainkan peran yang ditampilkan oleh budaya yang
menempatkan wanita dan pria menjadi feminin dan maskulin (Fakih, 2006: 7).
Menurut Mosse (2007: 2), mengartikan gender sebagai seperangkat peran yang,
seperti halnya kostum dan topeng di teater, menyampaikan kepada orang lain
bahwa kita adalah feminin atau maskulin. Perangkat perilaku khusus ini (yang
mencakup penampilan, pakaian, sikap, kepribadian, bekerja di dalam dan di luar
rumah tangga, seksualitas, tanggung jawab keluarga dan sebagainya).
Menurut Mulia (2004: 4), gender adalah suatu konsep kultural yang
dipakai untuk membedakan peran, perilaku, mentalitas, dan karakteristik
emosional antara pria dan wanita yang berkembang dalam masyarakat. Gender
adalah sebagai konsep sosial yang membedakan (dalam artian memisahkan) peran
pria dan wanita, bersifat dapat dipertukarkan, tidak ditentukan oleh perbedaan
biologis atau kodrat melainkan dibedakan atau dipilah menurut kedudukan,
fungsi, peranan masing-masing dalam berbagai bidang kehidupan dan
pembangunan (Handayani & Sugiarti, 2008: 5).
Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa gender adalah
perbandingan antara pria dan wanita yang dapat didefinisikan sebagai
kepribadian, tingkah laku, peran, fungsi, kedudukan, tanggung jawab bahkan
kebiasaan dalam menghadapi siatuasi yang dibentuk, dibuat, dan disosialisasikan
oleh norma, adat kebiasaan, dan kepercayaan masyarakat dalam lingkungan
sosial
