Strategi Komunikasi Politik

Langkah pertama dalam strategi komunikasi politik, ialah merawat
ketokohan dan memantapkan kelembagaan. Artinya, ketokohan
seseorang politikus dan kemantapan lembaga politiknya dalam
masyarakat akan memiliki pengaruh tersendiri dalam komunikasi
politik. selain itu, diperlukan kemampuan dan dukungan lembaga
dalam menyusun pesan politik, menetapkan metode, dan memilih
media politik.
a. Merawat Ketokohan
Ketokohan adalah orang yang memiliki kredibilitas, daya tarik
dan kekuasaan. Dengan kata lain, ketokohan sama dengan ethos,
yaitu gabungan antara kredibilitas, atraksi dan kekuasaan.
Kredibilitas adalah seperangkat persepsi khalayak tentang sifat-
sifat komunikator.
Menurut Berlo dalam Arifin (2011:237) menjelaskan bahwa
kredibilitas seseorang dapat timbul jika memiliki:
1. Communication skill yaitu keterampilan berkomunikasi
2. Knowledge yaitu pengetahuan yang luas tentang substansi
yang disampaikan
3. Attitude yaitu sikap jujur dan bersahabat
4. Social and cultural system yaitu mampu beradatasi dengan
sistem social budaya.
Menurut McCroskey dalam Arifin (2011:237-238) menjelaskan
bahwa kredibilitas seorang komunikator dapat dimiliki karena:
1. Competence, yaitu kemampuan atau penguasaan terhadap
substansi yang disampaikan.
2. Attitude yaitu sikap tegas terhadap prinsip
3. Intention tujuan yang baik
4. Personality yaitu kepribadian yang hangat dan bersahabat
5. Dynamism yaitu dinamika yang menunjukkan cara penyajian
yang menarik dan tidak membosankan.
Dapat disimpulkan bahwa komunikator yang mampu
mempengaruhi khalayak adalah komunikator yang memiliki
ketokohan dan kepemimpinan (leadership) yang mampu
menggerakkan dan mempengaruhi orang banyak.
b. Memantapkan kelembagaan
Menetapkan kelembagaan merupakan faktor yang mendasar
dalam komunikasi politik, terutama yang berkaitan dengan
kampanye dan pemberian suara dalam pemilihan umum. Lembaga
yang dimaksud adalah wadah kerjasama beberapa orang untuk
mencapai tujuan bersama. Dalam dunia politik lembaga itu dapat
berupa partai politik, parlemen, dan pemerintahan atau
birokrasi.(Arifin, 2011:241)
Komunikasi politik berkaitan erat dengan partai politik, karena partai
politik di negara demokrasi menyelenggarakan fungsi sebagai sarana
komunikasi politik. Selain itu partai politik juga berfungsi sebagai
sarana sosialisasi politik dan rekrutmen politik. Partai politik dapat
dibedakan dalam beberapa bentuk basis sosiologis yang dimiliki,
yaitu:
1. Partai massa
2. Partai kader
3. Partai lindungan
4. Partai ideology.
Salah satu esensi sosialisasi politik yang harus dijalankan oleh partai
politik, ialah mewariskan ideologi, nilai-nilai dan gagasan-gagasan
vital, serta memupuk identitas nasional dan memperkuan integrasi
nasional. Ada beberapa jenis sistem kepartaian (party system) yang
ada di dunia. Duverger dalam Arifin (2011:31), mengklasifikasikan
berdasarkan tiga kategori, yaitu:
1. Sistem partai tunggal
2. Sistem dwipartai
3. Sistem multipartai