Pengertian Sikap

Sikap adalah pernyataan evaluatif terhadap objek, orang atau peristiwa.
Hal ini mencerminkan perasaan seseorang terhadap sesuatu. Sikap mungkin
dihasilkan dari perilaku tetapi sikap tidak sama dengan perilaku. Menurut
Fishbein dalam Ali dan Asrori (2006:141) Sikap adalah predisposisi emosional
yang dipelajari untuk merespons secara konsisten terhadap suatu objek. Menurut
W.S Winkel dalam Octama (2013:27) Sikap adalah kecenderungan penilaian
terhadap objek yang berharga baik atau tidak berharga atau tidak baik. Menurut
Notoatmodjo (2003) sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari
seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Manifiestasi sikap tidak dapat
langsung dilihat, tetapi hanya ditafsirkan dari perilaku yang tertup. Sikap
merupakan kesiapan untuk reaksi terhadap objek di lingkungan tertentu sebagai
suatu penghayatan terhadap objek. Menurut Saifuddin (2003), sikap dapat
dikatakan sebagai respon. Respon hanya akan timbul apabila individu dihadapkan
pada suatu gejala yang menghendaki timbulnya suatu reaksi individu. Bentuk
respon tersebut disebut sebagai respon evaluatif. Respon evaluatif didasari oleh
proses evaluasi dalam diri individu yang akan memberikan kesimpulan nilai
dalam bentuk baik atau buruk, positif atau negatif, menyenangkan atau tidak
menyenangkan, suka atau tidak suka, yang kemudian membentuk sebagai potensi
reaksi terhadap suatu objek sikap. Dengan respon evaluatif, akan lebih
mendekatkan kepada suatu operasionalisasi sikap, dalam kaitannya dengan
penyusunan alat ungkapnya yang nantinya akan dapat mengklasifikasikan respon
evaluatif seseorang pada suatu posisi setuju atau tidak setuju. Hal itu juga
didukung oleh Ajzen (1994) bahwa sikap tumbuh karena adanya suatu
kecenderungan untuk merespon suka atau tidak suka terhadap suatu obyek, orang
lembaga, atau peristiwa tertentu. Mueller (1996) mempertegas pernyataan diatas
bahwa sikap ditunjukkan oleh luasnya rasa suka atau tidak suka terhadap sesuatu.
Hal ini sesuai dengan pernyataan Berkowitz, sikap seseorang terhadap objek
adalah perasaan mendukung atau memihak (favorabel) ataupun perasaan tidak
mendukung (tak-favorabel) terhadap objek, (Saifuddin, 2003). Dengan kata lain,
sikap dapat bersifat positif dan negatif.
Menurut Sarlito (1976), sikap adalah kesiapan seseorang untuk bertindak
terhadap hal-hal tertentu. Sikap ini dapat bersifat positif dan dapat pula bersifat
negatif. Dalam sikap positif, kecenderungan tindakan adalah mendekati,
menyenangi, mengharapkan obyek tertentu, sedangkan dalam sikap negatif
terdapat kecenderungan untuk menjauhi, menghindari, membenci, tidak menyukai
obyek tertentu. Hal ini dipertegas oleh Kartini (1987), sikap dapat dikatakan
sebagai kecenderungan respons, baik positif maupun negatif terhadap orangorang, benda atau situasi-situasi tertentu. Jadi, sikap adalah kecenderungan
sesorang untuk bersikap positif atau negatif. Sikap positif ini dapat ditunjukkan
dengan cara memihak atau mendekati, sedangkan sikap negatif dapat ditunjukkan
dengan cara tidak memihak atau menjauhi terhadap suatu objek pada posisi setuju
atau tidak setuju