Pengertian Motorik Halus

Gerakan motorik halus mempunyai peranan yang sangat penting,
motorik halus adalah gerakan yang hanya melibatkan bagian-bagian tubuh
tertentu yang dilakukan oleh otot-otot kecil saja. Oleh karena itu gerakian
didalam motorik halus tidak membutuhkan tenaga akan tetapi
membutuhkan koordinhasi yang cermat serta teliti.
( Depdiknas:2007:1)
Menurut Dini P dan Daeng Sari (1996:72) motorik halus adalah
aktivitas motorik yang melibatkan aktivitas otot-otot kecil atau halus
gerakan ini menuntut koordinasi mata dan tangan serta pengendalian gerak
yang baik yang memungkinkannya melakukan ketepatan dan kecermatan
dalam gerak.
Yudha M Saputra dan Rudyanto (2005: 118) menjelaskan bahwa
motorik halus adalah kemampuan anak dalam beraktivitas dengan
menggunakan otot-otot halus (kecil) seperti menulis, meremas,
menggenggam, menggambar, menyusun balok dan memasukkan kelereng.
Sedangkan menurut Kartini Kartono (1995: 83) motorik halus
adalah ketangkasan, keterampilan, jari tangan dan pergelangan tangan
serta penugasan terhadap otot-otot urat pada wajah. Pendapat lain yang
dikemukakan oleh Astati (1995 : 4) bahwa motorik halus adalah gerak
yang hanya menggunakan otot-otot tertentu saja dan dilakukan oleh otototot kecil yang membutuhkan koordinasi gerak dan daya konsentrasi yang
baik
Menurut penelitian Maria Indriyani (2017) Hasil penelitian
menunjukan bahwa dari 155 anak tidak ada anak yang berada dalam
kategori Belum Berkembang (BB). Kategori Mulai Berkembang(MB)
terdiri dari 2 anak atau sebesar 1,3%. Kategori Berkembang Sesuai
Harapan(BSH) terdiri dari 63 anak atau sebesar 40,65%. Kategori
Berkembang Sangat Baik (BSB) terdiri dari 90 anak atau sebesar 58%.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perkembangan
motorik halus anak TK Kelompok B Kelurahan Balecatur Gamping
Sleman Yogyakarta sudah sesuai dengan standar tingkat pencapaian
perkembangan.