Menurut Kemenkes RI (2014), Pada umumnya anak memiliki pola
pertumbuhan dan perkembangan normal yang merupakan hasil interaksi
banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak,
antara lain :
a. Faktor Dalam (Internal)
1) Ras/etnik atau bangsa
Anak yang dilahirkan dari ras/bangsa Amerika, maka ia tidak
memiliki faktor herediter ras/bangsa Indonesia atau sebaliknya.
2) Keluarga
Ada kecenderungan keluarga yang memiliki postur tubuh tinggi,
pendek, gemuk atau kurus
3) Umur
Kecepatan pertumbuhan yang pesat adalah masa prenatal, tahun
pertama kehidupan, dan masa remaja.
4) Jenis Kelamin
Fungsi reproduksi pada anak perempuan berkembang lebih cepat
daripada laki-laki tetapi setelah melewati masa pubertas,
pertumbuhan anak laki-laki akan lebih cepat.
5) Genetik
Genetik (heredokonstitusional) adalah bawaan anak yaitu potensi
anak yang menjadi ciri khasnya. Ada beberapa kelainan genetic
yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak seperti kerdil.
6) Kelainan kromosom
Kelainan kromosom umumnya disertai dengan kegagalan
pertumbuhan seperti pada sindroma Down’s dan Sindroma Turner.
b. Faktor Luar (eksternal)
1) Faktor Prenatal
a) Gizi
Nutrisi ibu hamil terutama pada trimester akhir kehamilan akan
mempengaruhi pertumbuhan janin.
b) Mekanis
Posisi fetus yang abnormal bisa menyebabkan kelainan
kongenital seperti club foot.
c) Toksin/zat kimia
Beberapa obat-obatan seperti aminopetrin, Thalipomid dapat
menyebabkan kelainan kongenital seperti palatoskizis.
d) Endokrin
Diabetes melitus dapat menyebabkan makrosomia,
kardiomegali, hyperplasia.
e) Radiasi
Paparan radium dan sinar Rontgen dapat mengakibatkan
kelainan pada janin seperti mikrosefli, spina bifida, retardasi
mental dan deformitas anggota gerak, kelainan kongenital mata,
kelainan jantung
f) Infeksi
Infeksi pada trimester pertama dan kedua oleh TORCH
(Toksoplasma, Rubella, Sitomegalo, virus, Herpes simpleks)
dapat menyebabkan kelainan pada janin seperti katarak, bisu
tuli,mikrosefali, retardasi mental, dan kelainan jantung
kongenital.
g) Kelainan Imunologi
Eritobaltosis fetalis timbul atas dasar perbedaan golongan darah
antara janin dan ibu sehingga ibu membentuk antibodi terhadap
sel darah merah janin, kemudian melalui plasenta masuk dalam
peredaran darah janin dan akan menyebabkan hemolisis yang
selanjutnya mengakibatkan hiperbilirubinemia dan kern icterus
yang akan menyebabkan kerusakan jaringan otak.
h) Anoksia Embrio
Yang disebabkan oleh gangguan fungsi plasenta menyebabkan
pertumbuhan terganggu.
i) Psikologi ibu
Kehamilan yang tidak diinginkan, perlakuan salah/kekerasan
mental pada ibu hamil, dan lain-lain.
2) Faktor Persalinan
Komplikasi persalinan pada bayi seperti trauma kepala, dan
asfiksia dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak.
3) Faktor Pascapersalinan
a) Gizi
b) Penyakit kronis/kelainan kongenital seperti TBC, Anemia,
kelainan jantung bawaan yang mengakibatkan retardasi
pertumbuhan jasmani.
c) Faktor Lingkungan Fisik dan Kimia
Lingkungan sebagai tempat anak hidup berfungsi sebagai
penyedia kebutuhan pertumbuhan anak.
d) Faktor Psikologis
Hubungan anak dengan orang sekitarnya. Seorang anak yang
tidak dikehendaki orangtua nya atau anak yang merasa tertekan
akan mengalami hambatan di dalam pertumbuhan dan
perkembangannya.
e) Faktor Sosial-Ekonomi
Kemiskinan selalu berkaitan dengan kekurangan makanan,
kesehatan lingkungan juga menjadi faktor yang mempengaruhi
tumbuh kembang anak.
f) Faktor Lingkungan Pengasuhan
Interaksi ibu dan anak sangat mempengaruhi tumbuh kembang
anak.
g) Faktor Stimulasi
Pertumbuhan memerlukan rangsangan atau stimulasi yang
khususnya dalam keluarga misalnya penyediaan alat mainan,
sosialisasi anak, keterlibatan ibu dan anggota keluarga lain
khususnya ayah yang berperan aktif terhadap kegiatan anak.
h) Faktor Obat-obatan
Pemakaian kortikosteroid jangka lama akan menghambat
pertumbuhan. Demikian halnya dengan pemakaian obat
perangsang terhadap susunan saraf yang menyebabkan
terhambatnya produksi hormon pertumbuhan
(Kemenkes RI, 2014).
