Pengertian Membaca

Membaca pada hakikatnya adalah suatu yang rumit yang melibatkan
banyak hal, tidak hanya sekedar melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan
aktivitas visual, berpikir, psikolinguistik, dan metakognitif (Farida Rahim, 2008:
2). Membaca pada aktivitas visual dimana proses ini melibatkan penerjemahan
terhadap sebuah tulisan, sebagai proses berpikir membaca merupakan suatu
proses yang memerlukan pemahaman terhadap tulisan.
Membaca merupakan bagian dari perkembangan bahasa dapat diartikan
menerjemahkan simbol atau gambar ke dalam suara yang dikombinasikan dengan
kata-kata. Anak yang menyukai gambar, huruf dan buku cerita dari sejak awal
perkembangannya akan mempunyai keinginan membaca lebih besar. Hal ini
dikarenakan anak tahu bahwa membaca memberikan informasi baru dan
menyenangkan (Noviar Masjidi, 2007:57).
Sabarti Akhadiah dkk (2013:11), mengungkapkan bahwa pengajaran
membaca awal lebih ditekankan pada pengembangan kemampuan dasar
membaca. Kemampuan dasar membaca tersebut yaitu kemampuan untuk dapat
menyuarakan huruf, suku kata, kata dan kalimat yang disajikan dalam bentuk
tulisan ke dalam bentuk lisan. Membuat rubrik penilaian, namun tidak
memasukan kemampuan menyuarakan kalimat, karena kemampuan anak di TK
belum sampai ke tahap membaca kalimat, baru ke tahap pengembangan
kemampuan membaca dalam menyuarakan huruf, suku kata, dan kata.
Membaca awal menurut Ahmad Susanto (2011: 83), adalah membaca yang
diajarkan secara terprogram kepada anak Prasekolah. Program ini merupakan
perharian pada perkataan-perkataan utuh, bermakna dalam konteks pribadi anak,
bahan-bahan yang diberikan melalui permainan dan kegiatan yang menarik
sebagai perantaran pembelajaran.
Membaca merupakan kegiatan menerjemahkan simbol dan memahami arti
atau maknanya melalui indera penglihatan. Membaca tidak sekedar membaca
tetapi aktivitas ini mempunyai tujuan, yaitu untuk mendapatkan informasi baru
yang terkandung di dalam bahan bacaan. Kemampuan membaca merupakan
kemampuan yang sangat penting. Menurut Dwi Sunar Prasetyono (2008: 60),
tujuan membaca sebagai berikut:
a. Membaca sebagai suatu kesenangan tidak melibatkan proses pemikiran yang
rumit. Membaca merupakan aktivitas yang menyenangkan bagi anak karena
anak dapat memiliki kemampuan membaca sesuai dengan tahap
perkembangan membaca anak.
b. Membaca untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan, seperti membaca
buku pelajaran atau buku ilmiah. Melalui buku atau bahan bacaan yang lain,
membaca dapat menyumbangkan pengetahuan dan wawasan pada anak.
c. Membaca untuk dapat melakukan suatu pekerjaan atau profesi. Membaca
pada tujuan ini adalah untuk membaca pada tahap membaca selanjutnya.
Pendapat yang lain dikemukakan oleh Farida Rahim (2008: 11) tujuan
membaca pada dasarnya meliputi:
a) memperoleh kesenangan.
b) menyempurnakan membaca nyaring.
c) memperbaharui pengetahuannya tentang suatu topik.
d) dapat mengkaitkan informasi baru dengan informasi yang telah diketahuinya.
e) menjawab pertanyaan-pertanyaan yang spesifik.
Tujuan membaca menurut Dwi Sunar Prasetyono (2008: 60) membaca awal
untuk anak usia dini 5-6 tahun TK mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Nomor 58 (2009:10), tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini yaitu
anak dapat berkomunikasi secara lisan, memiliki perbendaharaan kata, serta
mengenal simbol-simbol untuk persiapan membaca. Berdasarkan pendapat
tentang tujuan membaca maka dapat ditegaskan bahwa tujuan membaca awal di
Taman kanak-kanak adalah untuk memperoleh kesenangan, meningkatkan
pengetahuan, serta mempersiapkan kemampuan anak dalam membaca ke tahap
selanjutnya. Standar kompetensi tersebut dispesifikasikan dalam bentuk
kemampuan membaca awal.
Membaca merupakan kemampuan yang sangat kompleks karena
melibatkan berbagai aspek perkembangan, untuk itu mengajarkan membaca pada
anak usia dini bukan merupakan hal yang mudah karena seorang anak dapat
membaca harus melewati proses belajar membaca. Adapun teori yang berkaitan
dengan perolehan kemampuan membaca yang dikemukakan Nurbiana Dhieni
(2009: 15) sebagai berikut:
a. Membaca dipelajari melalui interaksi dan kolaborasi sosial artinya dalam
proses pembelajaran membaca dan menulis situasi kelompok kecil
memegang peranan penting.
b. Anak belajar membaca sebagai hasil pengalaman dari kehidupan.
c. Anak mempelajari keterampilan membaca bila mereka melihat tujuan dan
kebutuhan proses membaca.
d. Membaca dipelajari melalui pembelajaran keterampilan langsung.
Nurbiana Dhieni (2009:16) menyatakan ada tiga proses yang
memungkinkan anak membaca, yaitu
1) dengan dibacakan atau melihat orang dewasa membaca;
2) kolaborasi yaitu menjalin kerja sama dengan individu yang memberikan
dorongan motivasi dan bantuan bila diperlukan; dan
3) proses yaitu anak mencobakan sendiri apa yang sudah dipelajari dan mencari
pengakuan dari orang dewasa.