Metode Pembelajaran Anak Usia Dini

Dalam pendidikan anak usia dini, kemampuan yang dimiliki anak pastinya
mempunyai perbedaan antar anak yang satu dengan anak yang lainnya. Dengan
demikian agar anak mampu berkembang secara optimal perlu adanya strategi dan
metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak, sehingga keberhasilan
dalam proses pembelajaran dan hasil yang diperoleh akan sesuai dengan tujuan
yang sudah dirumuskan sebelumnya. Rahman (2002:73) mengemukakan beberapa
metode pembelajaran anak usia dini antara lain :
a. Berpusat pada anak. Artinya penerapan metode berdasarkan kebutuhan
dan kondisi anak, bukan berdasar pada keinginan pendidik. Pendidik
menyesuaikan diri terhadap kebutuhan anak, bukan sebaliknya anak
menyesuaikan diri terhadap kemampuan pendidik. Dengan demikian
anak diberi kesempatan untuk terlibat secara aktif baik fisik maupun
mentalnya.
b. Partisipasi aktif. Maksudnya metode ini ditujukan untuk
membangkitkan anak untuk turut berpartisipasi aktif dalam proses
belajar. Anak adalah subjek dan pelaku utama dalam proses belajar,
bukan obyek. Anak bukan hanya pendengar dan pengamat, melainkan
pelaku utama sedangkan pendidik adalah pelayan dan pendamping
utama.
c. Bersifat holistik dan integratif. Artinya kegiatan belajar yang diberikan
kepada anak tidak terpisah menjadi bagian-bagian seperti pembidangan
dalam pembelajaran, melainkan terpadu dan menyeluruh terkait antara
satu bidang dengan bidang yang lainnya.
d. Fleksibel. Artinya metode pembelajaran yang diterapkan pada anak usia
dini bersifat dinamis tidak terstruktur dan disesuaikan dengan kondisi
dan cara belajar anak yang memang tidak terstruktur.
e. Perbedaan individual Maksudnya tidak ada anak yang memiliki
kesamaan walau kembar sekalipun. Dengan demikian guru dituntut
untuk merancang dan menyediakan alternatif kegiatan belajar guna
memberi kesempatan kepada anak untuk memilih aktivitas belajar
sesuai minat dan kemampuannya.
Adapun beberapa metode pembelajaran yang dapat diterapkan dalam
pendidikan anak usia dini menurut Isjoni (2011:87) yaitu :
a. Metode bermain, merupakan bermacam bentuk kegiatan yang
memberikan kepuasan pada diri anak yang bersifat nonserius, lentur,
dan bahan mainan terkandung dalam kegiatan yang bersifat imajinatif
ditransformasi sepadan dengan dunia orang dewasa
b. Metode karyawisata, dengan berkaryawisata dapat membangkitkan
minat anak kepada sesuatu hal, memperluas perolehan informasi
sehingga anak dapat belajar dari pengalamannya sendiri dan sekaligus
anak dapat melakukan generalisasi berdasarkan sudut pandang mereka.
c. Metode bercakap-cakap, melalui bercakap-cakap anak dapat
meningkatkan ketrampilan berkomunikasi dengan orang lain dan dapat
pula meningkatkan ketrampilan dalam melakukan kegiatan kerjasama
dengan orang lain.
d. Metode bercerita, kegiatan bercerita merupakan kegiatan yang menarik
bagi anak. Bercerita merupakan cara untuk meneruskan warisan dari
satua generasi ke generasi berikutnya, melalui bercerita pula dapat
dijadikan sebagai media untuk menyampaikan nilai-nilai yang berlaku
dimasyarakat.
e. Metode demonstrasi, dengan metode demonstrasi anak menunjukkan
dan menjelaskan cara-cara mengerjakan sesuatu. Melalui demonstrasi
anak diharapkan dapat belajar mengenai langkah-langkah pelaksanaan
dalam melakukan suatu kegiatan.
f. Metode proyek, metode ini merupakan salah satu metode yang
digunakan untuk melatih kemampuan anak dalam memecahkan
masalah yang dialami dalam kegiatan sehari-hari. Cara ini juga dapat
menggerakkan anak untuk melakukan kerjasama sepenuh hati, maka
dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran anak usia dini dapat
antara lain Kegiatan pembelajaran berpusat pada anak dan anak harus
berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran, Materi yang
disampaikan bersifat terpadu dan menyeluruh