Anak merupakan individu yang unik, dimana mereka mempunyai
kebutuhan yang berbeda-beda sesuai dengan tahapan usianya. Anak bukan
miniatur dari orang dewasa atau orang dewasa dalam tubuh anak kecil. Hal ini
yang perlu kita fahami dalam memfasilitasi anak untuk mencapai tugas
pertumbuhan dan perkembangannya (Cahyaningsih, 2011). Istilah tumbuh
kembang sebenarnya mencakup dua peristiwa yang sifatnya berbeda, tetapi saling
berkaitan dan sulit dipisahkan, yaitu pertumbuhan dan perkembangan (
Cahyaningsih, 2011 ).
Pertumbuhan (growth) adalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau
dimensi tingkat sel, organ, maupun individu yang bisa diukur dengan ukuran berat
(gram, pon, kilogram), ukuran panjnag (cm, meter), umur tulang dan
keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh) (Adriana, 2013 ).
Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam
stuktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat
diramalkan, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkekmbang
sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk
juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi
dengan lingkungannya ( Cahyaningsih, 2011 ).
