Kartu Bergambar

a. Pengertian Kartu Bergambar
Media kartu bergambar adalah kartu yang berisi gambar dan kata-kata yang
akrab dengan kehidupan anak, misalnya: mama, susu, buku, nenek, keakraban
anak dengan kata-kata ini akan sangat membantu meningkatkan responnya
terhadap apa yang kita bacakan, dan pada akhirnya terhadap kegiatan membaca
itu sendiri (Ahmad Susanto, 2011: 10871). Sedangkan, media gambar adalah
media visual yang digunakan untuk tujuan pembelajaran tertentu. media gambar
mampu memberikan detail dalam bentuk gambar apa adanya sehingga dapat
membantu anak untuk mengingat.
Ahmad Susanto (2011: 108), mengungkapkan bahwa kartu bergambar
merupakan salah satu media yang mengembangkan aspek kemampuan membaca,
dengan cara menampilkan gambar disertai kata yang menerangkan nama gambar
untuk membantu anak mengenal susunan huruf dan meresponnya secara lisan
maupun tertulis. Kartu bergambar dapat dibuat sendiri oleh guru, serta
gambarnyapun dapat disesuaikan dengan tema tiap minggunya.
Kartu huruf merupakan salah satu media pembelajaran visual, yaitu media
yang hanya dapat dilihat (Slamet Suyanto, 2010:34). Media pembelajaran
merupakan alat bantu proses belajar mengajar. Kartu huruf termasuk dalam alat
permainan edukatif karena memenuhi syarat-syarat sebagai alat permainan
edukatif yang dapat dijadikan media dalam pembelajaran. Slamet Suyanto
(2010:39) mengungkapkan bahwa alat dikatakan sebagai alat permainan edukatif
apabila:
1) ditujukan untuk anak usia dini.
2) berfungsi untuk mengembangkan aspek-aspek perkembangan anak usia dini.
3) Multiguna.
4) aman dan tidak berbahaya bagi anak.
5) dirancang untuk mendorong aktifitas dan kreativitas.
6) bersifat konstruktif.
7) mengandung nilai pendidikan.
Media kartu memiliki berbagai jenis yaitu mulai dari kartu gambar, kartu
seri, kartu huruf, kartu kategori dan kartu-kartu lainnya yang dapat digunakan
sebagai media pembelajaran. Anak pada usia 5-6 tahun ini masih pada tahap pra
operasional (Slamet Suyanto, 2010: 4) yaitu anak belajar melalui benda konkret.
Oleh karena itu, dalam upaya mengembangkan kemampuan membaca awal pada
anak kartu huruf ini dipilih karena merupakan media/benda konkret yang dapat
dilihat oleh anak, sehingga membantu anak dalam mengenal dan mengerti bunyi
huruf dan bentuknya, mencoba menyusunnya menjadi sebuah kata dan lain
sebagainya.
b. Kelebihan Kartu Bergambar
Kartu bergambar ini memiliki cukup banyak kelebihan diantaranya
permainan ini dapat dikreasikan dengan beberapa cara bermain, media yang
digunakan mudah didapat ataupun dibuat, sesuai dengan tahap usia anak yaitu
anak belajar menggunakan sesuatu yang dapat ia lihat agar mudah diingat, serta
memberi kebebasan pada anak untuk berekspresi menyusun kata sesuai dengan
gagasannya.
Slamet Suyanto (2010: 49) mengungkapkan bahwa kartu bergambar dengan
kartu abjad merupakan salah satu bentuk dari flash card yaitu merupakan kartu
kecil yang berisi gambar, huruf, teks atau tanda simbol yang mengingatkan atau
menuntun anak kepada sesuatu yang berhubungan dengan simbol-simbol
tersebut. Kartu huruf merupakan salah satu media visual yang memuat
bentuk/simbol huruf yang dapat digunakan dalam pembelajaran terutama dalam
mengembangkan kemampuan membaca awal.
Kelebihan kartu bergambar sebagai media visual menurut Arief S.
Sadiman, dkk. (2014: 29) sebagai berikut:
a. Sifatnya konkret, gambar atau foto lebih realistis menunjukkan pokok
masalah dibandingkan dengan media verbal semata.
b. Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu.
c. Tidak semua benda, objek atau peristiwa dapat dibawa ke kelas dan tidak
selalu bisa dibawa (diperlihatkan) ke objek peristiwa tersebut.
d. Media gambar atau foto dapat mengatasi keterbatasan pengamatan.
e. Dapat memperjelas suatu masalah dibidang apa saja dan untuk tingkat usia
berapa saja, sehingga dapat mencegah atau membentuk pemahaman.
f. Murah harganya dan mudah untuk digunakan tanpa memerlukan peralatan
khusus.
Kartu bergambar berisi kata dan gambar, adapun kelebihan media ini
menurut Dina Indriana (2011: 65), yaitu: a) sifatnya yang konkret, mengatasi
ruang dan waktu, mengatasi keterbatasan pengamatan, memperjelas suatu sajian
masalah, biaya pembuatannya murah, mudah didapatkan, dan dapat digunakan
dengan mudah. Dalam penelitian ini menggunakan media kartu bergambar
sebagai media pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan membaca awal
anak. Dalam penggunaanya harus memperhatikan karakteristik anak, artinya
sebelum memberikan untuk pembelajaran membaca awal, terlebih dahulu
diketahui kemampuan yang dimiliki anak untuk dapat menggunakan kartu
bergambar dan memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran yakni melalui
bermain kata, melalui bermain kata dapat merangsang anak untuk kreatif dan
aktif dengan tujuan untuk mempelajari huruf, suku kata, kata, dan berbagai
macam simbol gambar.
c. Kekurangan Penggunaan Kartu Bergambar
Kekurangan media kartu angka bergambar menurut Arief Sadiman
(2006:47) menyatakan selain kelebihan-kelebihan media kartu gambar juga
mempunyai beberapa kelemahan, yaitu:
a. Gambar hanya menafsirkan indra mata.
b. Gambar benda yang terlalu komplek kurang efektif untuk kegiatan
pembelajaran.
c. Gambar yang disajikan dalam ukuran kecil mengakibatkan kurang efektif
untuk proses pengajaran.
Berdasarkan dengan penelitian ini, media yang dibuat untuk mengetahui
kelemahan-kelemahan dengan cara membuat gambar dengan jelas agar anak
tidak salah menafsirkan gambar pada media kartu angka, gambar yang dibuat
tidak komplek dan gambar dibuat dalam ukuran relatif besar dalam arti dapat
digunakan dalam satu kelas. Selain itu media kartu bergambar kepada anak
terlebih dahulu harus diketahui kemampuan yang dimiliki anak dalam
menggunakan media kartu bergambar.
Arief Sadiman (2006:53) mengemukakan media visual dapat menarik
perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan fakta yang mungkin dapat
dilupakan. Dengan demikian peneliti menarik kesimpulan bahwa penggunaan
kartu angka bergambar mampu menarik perhatian, meningkatkan daya kreasi,
membuat isi pelajaran tidak mudah dilupakan dan membuat pengajaran atau
komunikasi lebih lancar.
Dengan menggunakan kartu angka bergambar serta mengetahui kelebihankelebihannya dan cara mengatasi kelemahannya maka, dalam proses belajar
mengajar khususnya dalam pembelajaran membaca awal diharapkan peserta
didik dapat meningkatkan kemampuan dalam membaca awal.
d. Cara Bermain Kartu Bergambar
Menurut Slamet Suyanto (2010: 180), langkah penggunaan media kartu
bergambar dalam pembelajaran membaca sebagai berikut:
a. Bahan-bahan
1) Sediakan berbagai kartu gambar yang namanya cukup pendek, beberapa
dimulai dari huruf yang sama dan tidak ada konsonan ganda, seperti topi,
toko, bola, baju, paku, pipa, kaca, kue, meja, dan mata.
2) Menyediakan kartu bergambar dengan tulisan nama-nama benda tadi.
b. Prosedur
1) Gunakan permainan ini dalam kelompok
2) Menyediakan kartu gambar dan kartu nama benda
3) Guru menunjukan gambar benda dan anak diajak mencari kartu nama
benda tersebut.
4) Setelah anak tahu cara bermainnya, biarkan anak bermain dalam
kelompok.
Langkah-langkah penggunaan media kartu bergambar dalam pembelajaran
membaca mengacu pada pendapat Slamet Suyanto (2010: 180), dan dalam
pelaksanaanya dikembangkan berdasarkan kegiatan pembelajaran di taman
kanak-kanak, yakni:
a. Anak dikondisikan untuk duduk di kelompoknya masing-masing, satu
kelompok terdiri dari 4 anak.
b. Guru mempersiapkan media kartu bergambar dan mengenalkannya kepada
anak.
c. Guru mengenalkan satu per satu lambang bunyi huruf yang membentuk kata
dan anak menyebutkannya, kemudian menebak fonem yang tertulis dibagian
belakang kartu, serta melihat suku kata yang ada di bagian belakang kartu.
d. Anak menyebutkan kata yang memiliki fonem yang sama dengan kata yang
ditunjuk guru pada media kartu bergambar.
e. Anak membaca tulisan dengan suara yang keras dan lantang pada kata yang
ditunjuk guru.
f. Guru memberikan media kartu bergambar pada salah satu anak dan
diteruskan kepada anak yang lain sampai seluruh anak di dalam kelompok
mendapat kesempatan untuk membaca kartu bergambar.
g. Setiap anak menempelkan kartu bergambar pada gambar yang sesuai dan
diperlombakan, agar kegiatan pembelajarannya lebih menarik.
Implementasi kegiatan bermain pada penggunaan media kartu bergambar
yakni melalui kegiatan menjodohkan kata pada gambar yang sesuai, kegiatan ini
dilakukan dengan diperlombakan di dalam kelompok. Anak yang berhasil
menjodohkan kata pada gambar yangs sesuai maka guru memberi reward yang di
tempel di papan prestasi.