Robbins (2015) mengemukakan pendapatnya variabel – variabel yang
berhubungan dengan kepuasan kerja adalah;
a. Kerja yang Menantang Secara Mental (Mentality Challengin)
Dalam rangka menonjolkan kemampuan diri, karyawan cenderung menyukai
pekerjaan-pekerjaan yang memberi kesempatan para karyawan untuk
menggunakan keterampilan, kemampuan, menawarkan tugas, kebebasan dan
umpan balik mengeai betapa baiknya mereka dalam mengerjakan pekerjaanya.
Pekerjaan yang menantang secara mental ini tidak boleh terlalu sering dan terlalu
jarang, sebab jika terlalu sering akan menciptakan frustrasi dan perasaan gagal,
dan jika terlalu jarang akan menciptakan kebosanan.
b. Penghargaan yang Setimpal (Equitable Reward)
Karyawan menginginkan sistem upah dan kebijakan promosi yang adil dalam
perusahaan di tempat mereka bekerja. Kepuasan kerja akan terjadi apabila
karyawan melihat upah atau penghargaan yang didapat setimpal dengan yang
dikerjakan. Upah yang adil didasarkan pada tuntutan pekerjaan, tingkat
keterampilan setiap invidu karyawan, dan standar pengupahan.
c. Lingkungan Kerja yang Mendukung (Supportive Working Environment)
Kenyamanan tiap individu karyawan dapat terpengaruh juga oleh lingkungan kerja
yang baik. Studi juga menunjukkan karyawan lebih menykai keadaan fisik sekitar
yang nyaman. Ini juga termasuk suhu (temperatur) ruangan, cahaya, kebisingan,
dan fasilitas yang ada di dalam Kantor.
d. Rekan Kerja yang Mendukung (Supportive Collegues)
Bagi kebanyakan karyawan, kerja juga sebagai tempat untuk mengisi kebutuhan
akan interaksi sosial. Oleh karena itu, memiliki rekan sekerja yang ramah dan
mendukung dapat menghantar karyawan kepada kepuasan kerja yang meningkat.
Perilaku atasan juga merupakan determinan utama dari kepuasan.
Hasibuan (2013) mengemukakan kepuasan kerja karyawan dipengaruhi oleh;
a. Balas jasa yang adil dan layak
b. Penempatan yang tepat sesuai dengan keahlian
c. Berat ringannya pekerjaan
d. Suasana dan lingkungan pekerjaan
e. Peralatan yang menunjang pelaksanaan pekerjaan
f. Sikap pimpinan dalam kepemimpinan
g. Sifat pekerjaan yang monoton atau tidak
As’ad (2004) dalam Dariyo juga mengungkapkan ada empat faktor yang
mempengaruhi kepuasan kerja bagi seorang individu / karyawan yaitu;
a. Faktor fisiologis
Faktor ini berhubungan dengan kondiis fisik lingkungan kerja ataupun lingkungan
fisik karyawan. Hal ini meliputi jenis pekerjaan, pengaturan jam kerja, waktu
istirahat, perlengkapan kerja, keadaan ruangan, penerangan, dan sirkulasi udara.
Sementara, kondisi fisik karyawa meliputi kesehatan, umur, dan jenis kelamiin
karyawan tersebut.
b. Faktor Psikologis
Faktor yang berhubungan denan aspek – aspek psikologis individu, contohnya
minat, ketentraman kerja, sikap terhadap kerja, bakat, inteliegensi, keterampilan,
dan pengalaman.
c. Faktor sosial
Faktor ini berhubungan dengan interaksi sosial antara sesama karyawan (dalam
satu bagian atau bagian lainnya) dengan atasan dan juga bawahan.
d. Faktor Finansial
Faktor finansial tentu berhubungan dengan jaminan dan kesejahteraan karyawan
yang meliputi sistem dan besarnya gaji, jaminan sosial, macam-macam tunjangan,
fasiltas yang diberikan, dan kesempatan untuk mendapatkan promosi
