Faktor-faktor yang mempengaruhi modal kerja adalah sebagai berikut :
a. Karakteristik bisnis, sektor usaha (industri) mempunyai karakeristik yang berbeda
satu sama lain, termasuk dalam penggunaan modal kerja. Sektor retail cenderung
mempunyai persediaan barang dagangan (yang berarti modal kerja) yang lebih
besar dibandingkan perusahaan manufaktur (Hanafi, 2004:521).
b. Volume penjualan, faktor ini adalah yang paling utama karena perusahaan
memerlukan modal kerja untuk menjalankan aktivitasnya. Dengan demikian pada
tingkat penjualan tinggi diperlukan modal kerja yang relatif tinggi dan sebaliknya
bila penjualan rendah dibutuhkan modal kerja yang relatif rendah (Gitosudarmo
dan Basri, 2002:36).
c. Tingkat perputaran persediaan, semakin sering persediaan diganti (dibeli dan
dijual kembali) maka kebutuhan modal kerja yang ditanamkan dalam bentuk
persediaan (barang) akan semakin rendah (Kasmir, 2015:256).
d. Untuk waktu produksi, artinya jangka waktu dan lamanya memproduksi suatu
barang. Makin lama waktu yang digunakan untuk memperoduksi suatu barang,
maka akan semakin besar modal kerja yang dibutuhkan, dan sebaliknya (Kasmir,
2015:256).
