Manajemen modal kerja merupakan manajemen aktiva lancar
dan pasiva lancar. Manajemen modal kerja memiliki beberapa arti
penting bagi perusahaan. Pertama, modal kerja menunjukan ukuran
besarnya investasi yang dilakukan perusahaan dalam aktiva lancar
dan klaim atas perusahaan yang diwakili oleh utang lancar. Kedua,
investasi dalam aktiva likuid, piutang barang adalah sensitif
terhadap tingkat produktifitas dan penjualan. Tujuan manajemen
modal kerja menurut Kasmir (2016:253) yaitu :
a. Guna memenuhi kebutuhan profitabilitas perusahaan.
b. Dengan modal kerja yang cukup perusahaan memiliki
kemampuan untuk memenuhi kewajiban pada waktunya.
c. Memungkinkan perusahaan untuk memperoleh tambahan dana
dari pada kreditor apabila rasio keuangan memenuhi syarat.
d. Guna memaksimalkan penggunaan aktiva lancar guna
meningkatkan penjualan dan laba.
e. Melindungi diri apabila terjadi krisis modal kerja akibat
turunnya nilai aktiva lancar
