Modal kerja yang diperlukan perusahaan wajib langsung dipenuhi
berdasarkan apa yang dibutuhkan. Tapi kadang-kadang pada pemenuhan
kebutuhan modal kerjanya sesuai keinginan tentu saja tidak senantiasa ada.
Hal tersebut diakibatkan tidak terpenuhnya kebutuhan modal kerja di mana
hal tersebut sangatlah bergantung terhadap sejumlah aspek yang
memengaruhinya.
Faktor–faktor yang mempengaruhi jumlah modal kerja berdasarkan
pendapat Munawir (2010) yakni:
a. Sifat atau Tipe dari Perusahaan
Modal kerja dari suatu perusahaan jasa relatif akan lebih rendah bila
dibandingkan dengan kebutuhan modal kerja perusahaan industri,
karena perusahaan industri harus mengadakan investasi yang cukup
besar dalam aktiva lancar agar perusahaannya tidak mengalami kesulitan
di dalam operasinya sehari-hari. Bahkan diantara perusahaan industri
sendiri kebutuhan modal kerjanya tidak sama, perusahaan yang
memproduksi barang akan membutuhkan modal kerja yangh lebih besar
dibandingkan perusahaan perdagangan atau perusahaan eceran, karena
perusahaan yang memproduksi barang harus mengadakan investasi yang
relatif besar dalam bahan baku, barang dalam proses dan persediaan
barang jadi.
b. Waktu yang dibutuhkan untuk meproduksi ataupun memperoleh barang
yang akan dijual serta harga persatuan dari barang tersebut. Kebutuhan
modal kerja suatu perusahaan berhubungan langsung dengan waktu
yang dibutuhkan untuk memperoleh barang yang akan dijual. Makin
banyak waktu yang dibutuhkan untuk meproduksi atau untuk
memperoleh barang tersebut semakin besar pula modal kerja yang
dibutuhkan. Disamping itu harga pokok persatuan barang juga akan
mempengaruhi besar kecilnya modal kerja yang dibutuhkan, semakin
besar harga pokok persatuan barang yang dijual akan semakin besar pula
kebutuhan akan modal kerja.
c. Persyaratan pembelian barang dagangan ataupun bahan
Apabila persyarata kredit yang diterima ketika membeli memberi
keuntungan, dengan demikian tidak banyak uang kas yang perlu
dijadikan investasi pada pengadaan barang ataupun bahan jualan,
kebalikannya jika terhadap barang ataupun bahan yang dibeli
pembayarannya tersebut wajib dilaksanakan pada periode yang cukup
singkat, dengan demikian uang kas yang dibutuhkan dalam mendanai
pengadaan juga menjadi semakin besar.
d. Persyaratan penjualan
Apabila kredit lunak yang diberikan perusahaan kepada pembelinya
semakin lunak, maka dapat menyebabkan jumlah modal kerjanya
semakin besar yang perlu diinvestasi pada sektor piutang. Dalam
memperkecil ataupun memperendah banyaknya modal kerja yang perlu
diinvestasi pada piutangnya dan mengurangi risiko terdapatnya piutang
yang tidak bisa diminta, kebalikannya perusahaan memberi potongan
tunai pada pembelinya, sebab melalui hal itu konsumen menjadi berminat
dalam melunasi utangnya pada masa diskonto itu.
e. Level perputaran persediaan
Inventory turn-over (Level perputaran persediaan), memperlihatkan
beberapa kali pengadaan itu digantikan pada pembelian dan diperjualkan
lagi. Jika perputarannya itu makin tinggi, dengan banyaknya modal kerja
yang diperlukan (terlebih yang wajib dijadikan investasi pada pengadaan)
makin rendah. Agar bisa memperoleh level perputaran yang tinggi,
dengan demikian wajib dibuat pengawasan dan perencanaan dengan cara
efektif dan terstruktur. Jika level perputarannya makin tinggi ataupun
makin cepat, dengan demikian bisa mengurangi risiko pada kerugian
yang diakibatkan berubahnya selera pelanggan ataupun menurunnya
harga. Selain hal tersebut, bisa hemat biaya pemeliharaan dan
penyimpanan pada pengadaan itu
