1) Menurut Pane & Fatmawati (2017) komitmen afektif memiliki
hubungan positif yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Karyawan yang merasa mudah dan nyaman saat bekerja dalamlingkungan organisasi dapat disesuaikan dengan variabel
personal yang membuat karyawan untuk tetap bekerja di
organisasi. Karyawan akan memiliki motivasi untukberpartisipasi terhadap perusahaan. Komitmen normatif jugamenunjukkan hubungan positif dan berpengaruh signifikanterhadap kinerja karyawan, karena karyawan menunjukkantanggung jawab yang tinggi karena adanya kontrak kerjadi
dalam organisasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa karyawanmemiliki komitmen yang tinggi saat bekerja sesuai denganjobdesk nya. Komitmen berkelanjutan memiliki hubungan positif
yang signifikan terhadap kinerja pegawai, karena karyawansangat membutuhkan pekerjaan di organisasi sedangkankaryawan merasa bahwa organisasi lain memberikankesejahteraan lebih sedikit. 2) Menurut Sapitri (2016) komitmen organisasi memliki pengaruhpositif dan signifikan terhadap kinerja karyawan di suatuorganisasi. Karyawan yang memiliki komitmen dan kinerja yang
tinggi maka mampu untuk mencapai tujuan serta visi danmisi
perusahaan sesuai dengan target perusahaan. Terdapat 3 (tiga)
komitmen organisasi yang mempengaruhi, komitmen yangpaling tinggi adalah komitmen afektif, sedangkan komitmenyang paling rendah adalah komitmen normatif. 3) Menurut Putra Widyantara & Ardana (2015) komitmenorganisasi berpengaruh negatif signifikan dengan turnover
intention di organisasi. Jika rasa komitmen organisasi yangdimiliki oleh karyawan semakin tinggi maka turnover intentionperusahaan akan menurun. Hal tersebut memberikan dampakyang sangat baik bagi organisasi, karena tidak perlumengeluarkan biaya yang bertujuan untuk mencari karyawanyang baru
