Dimensi Revisit Intention

Menurut Tauscher & Greenberg (1997) dalam jurnal penelitiannya. Ada beberapa dimensi yang dapat digunakan dalam mengukur revisit intention, yaitu:

  1. Tersedianya informasi terbaru yang ditampilkan.
  2. Adanya keinginan untuk mengakses fitur yang disediakan.
  3. Adanya kemauan untuk mereferensikan suatu hal yang menarik.

Dimensi Revisit Intention yang dikemukakan Baker dan Crompton dalam Chung-Hslen Lin (2012) pada penelitiannya dengan judul “Effects of Cuisine Experience, Phsylogical Well-Being, And Self Health Perception on the Revisit Intention of Hot Springs Tourist” terdapat 2 dimensi yaitu:

  1. Intention to revisit, yaitu keinginan untuk kembali berkunjung.
  2. Intention to recommend, yaitu keinginan untuk merekomendasikan kepada orang lain.

Menurut Babu P. George dan Bibin P. George dalam Guy Assaker dan Rob Hallak (2013: 4) mengungkapkan bahwa dimensi dari revisit intention adalah sebagai berikut:

 

 

  1. Past Visit

Past visit adalah dimensi yang mengukur serangkaian pengalaman yang dirasakan oleh seseorang pada saat mengunjungi destinasi suatu objek. Pengalaman di masa sebelumnya dapat mengukur niat kunjungan ulang di masa yang akan datang.

  1. Sense of Place

Sense of place adalah dimensi yang mengukur rasa yang dialami oleh seseorang saat berkunjung ke destinasi suatu objek. Destinasi suatu objek harus memiliki daya tarik tersendiri yang dapat menarik konsumen untuk merasakan hal yang berbeda saat berkunjung ke destinasi tersrbut.

  1. Attachment to Place

Attachmant to place adalah destinasi yang mengukur ketertarikan konsumen terhadap destinasi suatu objek diamana kelengkapan fasilitas dan kemudahan untuk mendapatkan pelayanan yang diinginkan menjadi faktor penentu.

  1. Novelty Seeking

Novelty seeking adalah dimensi yang mengukur pencarian hal-hal yang dianggap baru dan unik oleh konsumen yang dapat ditemukan saat mengunjungi destinasi objek wisata. Hal-hal tersebut dapat berupa inovasi yang dilakukan oleh pengelola destinasi yang menjadi nilai pembeda dengan destinasi lainnya.

Mat Som dkk (2012) juga mengemukakan dua dimensi revisit intention atau niat untuk berkunjung kembali ke suatu destinasi objek, yaitu:

 

  1. The willingness to revisit

Dimensi ini mengukur keinginan wisatawan untuk mengunjungi kembali destinasi wisata yang sama di masa yang akan datang.

  1. Recommend it to others

Dimensi ini mengukur keinginan wisatawan untuk merekomendasikan dan memberikan word of mouth yang positif terhadap destinasi yang telah dikunjungi sebelumnya kepada teman atau kerabat.

Berdasarkan uraian tersebut dapat dilihat bahwa dimensi dari revisit intention dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah the willingness to revisit the same destination in the future (keinginan untuk berkunjung kembali di masa yang akan datang) dan recommend it to others (merekomendasikan kepada orang lain). Indikator dari Mat Som dkk (2012) dirasa mampu mengukur revisit intention secara tepat. Selain itu dimensi tersebut sesuai dengan kondisi objek penelitian yang diteliti.