Manusia akan mampu melaksanakan kegiatannya dengan baik, sehingga
dicapai suatu hasil yang optimal, apabila diantaranya ditunjang oleh suatu kondisi
lingkungan yang sesuai. Suatu kondisi lingkungan dikatakan baik atau sesuai
apabila manusia dapat melaksanakan kegiatannya secara optimal, sehat, aman dan
nyaman. Ketidaksesuaian lingkungan kerja dapat dilihat akibatnya dalam jangka
waktu yang lama.
Berikut ini beberapa faktor yang diuraikan Sedarmayanti (2011) yang dapat
mempengaruhi terbentuknya suatu kondisi lingkungan kerja dikaitkan dengan
kemampuan karyawan diantaranya adalah :
1. Penerangan/cahaya di tempat kerja
2. Temperature atau suhu udara ditempat kerja
3. Kelembapan di tempat kerja
UNIVERSITAS MEDAN AREA
7
4. Sirkulasi udara ditempat kerja
5. Kebisingan ditempat kerja
6. Getaran mekanis di tempat kerja
7. Bau tidak sedap di tempat kerja
8. Tata warna di tempat kerja
9. Dekorasi di tempat kerja
10. Music di tempat kerja
11. Keamanan di tempat kerja
Berikut ini akan diuraikan masing-masing faktor tersebut dikaitkan dengan
kemampuan manusia yaitu :
1) Penerangan / cahaya ditempat kerja
Cahaya atau penerangan sangat besar manfaatnya bagi karyawan guna mendapat
keselamatan dan kelancaran kerja. Oleh sebab itu perlu di perhatikan adanya
penerangan (cahaya) yang terang tetapi tidak menyilaukan. Cahaya yang kurang
jelas sehingga pekerjaan akan lambat, banyak mengalami kesalahan dan pada
akhirnya mengakibatkan kurang efisien dalam melaksanakan pekerjaan sehingga
tujuan organisasi sulit dicapai.
2) Temperatur / suhu udara ditempat kerja
Dalam keadaan normal tiap anggota tubuh manusia mempunyai temperature
berbeda. Tubuh manusia selalu berusaha untuk mempertahankan keadaan normal,
dengan suatu sistem tubuh yang sempurna sehingga dapat menyesuaikan diri
dengan perubahan yang terjadi diluar tubuh. Tetapi untuk menyesuaikan diri
tersebut ada batasnya, yaitu bahwa tubuh manusia dapat menyesuaikan dirinya
dengan temperatur luar jika perubahan temperatur luar tidak lebih dari 20% untuk
kondisi panas dan 35% untuk kondisi dingin dari keadaan normal tubuh.
3) Kelembapan ditempat kerja
Kelembapan adalah banyaknya air yang terkandung dalam udara, biasanya
dinyatakan dalam persentase. Kelembapan ini berhubungan atau dipengaruhi oleh
temperatur udara dan secara bersama-sama antara temperatur, kelembapan,
kecepatan udara bergerak dan radiasi panas dari udara tersebut akan
mempengaruhikeadaan tubuh manusia pada saat menerima atau melepaskan panas
dari tubuhnya. Suatu keadaan dengan temperatur sangat panas dan kelembapan
tinggi, akan menimbulkan pengurangan panas dari tubuh secara besar-besaran
karena penguapan pengaruh lain adalah semakin secepatnya denyut jantung
karena semakin aktifnya peredaran darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan
tubuh manusia selalu berusaha untuk mencapai antara suhu tubuh dengan
disekitarnya.
4) Sirkulasi udara di tempat bekerja
Oksigen merupakan gas yang dibutuhkan oleh makhluk hidup untuk menjaga
kelangsungan hidup, yaitu untuk proses metabolisme, udara disekitar dikatakan
kotor apabila dalam udara berkurang atau telah bercampur dengan gas atau baubauan yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Sumber utama udara segar adalah
adanya tanaman disekitar tempat kerja. Tanaman merupakan pengahasil oksigen
yang dibutuhkan oleh manusia.
5) Kebisingan di tempat kerja
Pada umumnya dalam menjalankan proses produksi, perusahaan akan
mengeluarkan suara-suara bising dari mesin-mesin perusahaan. Suara bising yang
terus menerus akan mengganggu kesehatan para karyawan terutama pendengaran
karyawan. Oleh karena itu penanggulangan suara bising juga diperlukan dalam
perencanaan lingkungan kerja yang meyangkut kondisi kerja ini. Pengaturan dan
pengendalian suara ini adalah untuk menjaga agar kepekaan para karyawan tetap
dalam kondisi yang baik. Dengan demikian sebagai akibatnya adalah turunnya
produktivitas perusahaan.
Beberapa metode untuk pengurangan suara bising ini antara lain adalah:
Pengendalian sumber suara
Isolasi dari suara
Penggunaan peredam suara
Pemakaian alat perlindungan telinga
6) Getaran mekanis di tempat kerja
Getaran mekanis artinya getaran yang terjadi ditimbulkan oleh peralatan mekanis,
yang sebagian getaran ini sampai ketubuh karyawan dan dapat menimbulkan
akibat yang tidak diinginkan. Getaran mekanis pada umumnya sangat
mengganggu tubuh karena tidak keteraturan, baik tidak teratur dalam intensitas
maupun frekuensi. Secara umum getaran mekanis dapat mengganggu konsentrasi
bekerja, mengakibatkan kelelahan dan menimbulkan penyakit seperti penyakit
mata, syaraf, peredaran darah, otot, tulang, dan lain-lain.
7) Bau-bauan di tempat kerja
Adanya bau-bauan ditempat kerja dapat dianggap sebagai pencemaran, karena
dapat menggganggu konsentrasi bekerja, dan bau-bauan yang terjadi terus
menerus dapat mempengaruhi kepekaan penciuman. Pemakai air condition atau
AC yang tepat merupakan salah satu cara yang dapat menghilangkan bau-bauan
yang mengganggu disekitar tempat kerja.
8) Tata warna di tempat kerja
Menata warna ditempat kerja perlu dipelajari dan direncanakan dengan sebaikbaiknya. Pada kenyataan tata warna tidak dapat dipisahkan dengan penataan
dekorasi. Hal ini dapat dimaklumi karena warna mempunyai pengaruh besar
terhadap perasaan. Sifat dan warna kadang menimbulkan rasa senang, sedih, dan
lain-lain, karena dalam sifat warna dapat merangsang perasaan manusia.
9) Dekorasi di tempat kerja
Dekorasi ada hubungannya dengan tata warna yang baik, karena itu dekorasi tidak
hanya berkaitan dengan hasil ruang kerja saja tetapi berkaitan juga dengan
mengatur tata letak, tata warna, perlengkapan dan lainnya untuk bekerja.
10) Musik di tempat kerja
Menurut para pakar, music dengan nada yang lembut sesuai dengan suasana
waktu dan tempat dapat membangkitkan dan merangsang karyawan untuk
bekerja. Oleh Karena itu lagu-lagu perlu dipilih secara selektif untuk
dikumandangkan ditempat bekerja. Tidak sesuai musik yang diperdengarkan
ditempat kerja akan mengganggu konsentrasi bekerja.
11) Keamanan di tempat kerja
Guna menjaga tempat dan kondisi lingkungan kerja tetap dalam keadaan aman
maka perlu diperhatikan keberadaannya. Salah satu upaya untuk menjaga
keamanan ditempat kerja, dapat memanfaatkan tenaga satuan petugas keamanan
(SATPAM).
Menurut Newstrom (2007) faktor yang lebih nyata yang dapat
mempengaruhi perilaku para pekerja adalah kondisi fisik, dimana yang
didalamnya adalah tingkat pencahayaan, suhu udara, kebisingan, getaran-getaran,
pencemaran yang disebabkan oleh bahan-bahan kimia dan keanekan zat ditempat
kerja serta faktor keindahan yang meliputi music, warna dan wangi-wangian yang
menyenangkan. Lingkungan kerja fisik juga merupakan faktor penyebab stress
kerja pegawai yang berpengaruh pada prestasi kerja.
Sedangkan yang menjadi indikator-indikator lingkungan kerja menurut
Sedarmayanti (2011:15) adalah sebagai berikut :
1. Penerangan/cahaya
2. Penggunaan warna
3. Suhu udara
4. Kebisingan
5.Ruang gerak
6. Keamanan kerja
Berikut ini akan diuraikan masing-masing indikator tersebut dikaitkan dengan
kemampuan manusia yaitu :
1. Penerangan cahaya
Karyawan yang terlibat dalam pekerjaan sepanjang hari rentan terhadap
ketegangan mata yang disertai dengan keletihan fisik dan metal, sehingga
penerangan yang baik dapat memberikan ketenangan dan kesegaran dalam
bekerja. Penerangan dalam hal ini tidak hanya terbatas pada penerangan listrik
tetapi juga penerangan matahari
2. Suhu udara
Suhu udara atau sirkulasi udara sangat mempengaruhi karyawan secara fisik di
dalam bekerja , dengan suhu yang sejuk karyawan akan nyaman dalam
mengerjakan pekerjaannya dan sebaliknya jika suhu udara panas dan tidak ada
sirkulasi udara maka karyawan akan merasa gerah dan tidak nyaman sehingga
tidak dapat bekerja secara maksimal.
3. Kebisingan
Bunyi suara kebisingan dapat mengganggu konsentrasi karyawan dalam bekerja,
karena suara yang timbul bisa membuat pikiran karyawan tidak fokus dan
terganggu . karena saat bekerja karyawan membutuhkan ketenangan dan
keheningan agar pikiran lebih fokus dan optimal dalam menyelesaikan
pekerjaannya .
4. Penggunaan warna
Warna ruangan berpengaruh terhadap kemampuan mata melihat objek dan
memberi aspek psikologis dan perasaan kepada karyawan, karena warna ruangan
bisa menimbulkan semangat kerja atau sebaliknya dapat menimbulkan rasa
kurang menyenangkan bagi karyawan sehingga semangat kerja menurun dan
kinerja karyawan tersebut juga akan menurun.
5. Ruang gerak
Tata ruang kerja yang baik adalah yang dapat mencegah timbulnya gangguan
keamanan dan keselamatan kerja, juga tidak membatasi ruang gerkak karyawan
dalam bekerja sehingga karyawan dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lancar.
Tata letak fasilitas kerja yang sesuai dengan keinginan karyawan juga member
kemudahan kepada karyawan untuk melakukan aktivitasnya termasuk tata letak
tempat sampah.
6. Keamanan bekerja
Fasilitas kerja dan kondisi pekerjaan haruslah mengutamakan prosedur keamanan
yang melindungi fisik maupun psikologis karyawan . perusahaan harus
menyediakan fasilitas keamanan untuk menanggulangi berbagai kecelakaan yang
mungkin akan terjadi pada ruangan sehingga membuat karyawan merasa tenang
dalam mengerjakan pekerjaannya .
