Dimensi Lingkungan Kerja

Sedarmayanti, 2009 (dalam Pangarso dan Ramadhyanti, 2015) secara garis besar membagi
lingkungan kerja menjadi dua yaitu:
1. Lingkungan kerja fisik
Sedarmayanti, (2011) Lingkungan kerja fisik adalah segala keadaan yang terdapat
disekitar tempat kerja yang akan mempengaruhi pegawai baik secara langsung
maupun secara tidak langsung. Indikator dari lingkungan kerja fisik meliputi :
a. Penerangan/ Cahaya di Tempat Kerja
Cahaya atau penerangan sangat besar manfaatnya bagi karyawan guna mendapat
keselamatan dan kelancaran kerja. Cahaya yang kurang jelas mengakibatkan
penglihatan menjadi kurang jelas sehingga pekerjaan akan lambat, banyak
mengalami kesalahan dan pada akhirnya menyebabkan kurang efesien dalam
melaksanakan pekerjaan. Kemampuan mata untuk dapat melihat obyek dengan
jelas ditentukan oleh ukuran obyek, derajat kontras diantara obyek
disekelilingnya, luminensi (Brightness) dan lama melihat. Derajat kontras
adalah perbedaan derajat terang relatif antara obyek dengan sekelilingnya,
sedangkan lumenensi berkaitan dengan cahaya yang dipantulkan.
b. Temperatur ditempat Kerja
Dalam keadaan normal, tiap anggota tubuh manusia mempunyai temperatur
yang berbeda. Tubuh manusia selalu berusaha untuk mempertahankan keadaan
normal, dengan suatu sistem tubuh yang sempurna sehingga dapat
menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi diluar tubuh. Tetapi,
kemampuan untuk menyesuaikan diri tersebut ada batasnya, yaitu bahwa tubuh
manusia masih dapat menyesuaikan dirinya dengan temperatur luar jika
perubahan temperatur luar tubuh tidak lebih dari 20% untuk kondisi panas dan
35% untuk kondisi dingin dari keadaan normal tubuh.
c. Kelembaban ditempat Kerja
Kelembaban adalah banyak air yang terkandung dalam udara, biasa dinyatakan
dalam persentase. Kelembaban ini berhubungan atau dipengaruhi oleh
temparatur udara, dan secara bersama – sama antara temperatur, kelembaban,
kecepatan udara bergerak dan radiasi panas dari udara tersebut akan
memepengaruhi keadaan tubuh manusia pada saat menerima atau melepaskan
panas dari tubuhnya. Suatu keadaan dengan temperatur udara sangat panas dan
kelembabannya tinggi, akan menimbulkan pengurangan panas dari tubuh .
d. Sirkulasi Udara ditempat Kerja
Oksigen merupakan gas yang dibutuhkan oleh makhluk hidup untuk menjaga
kelangsungan hidup, yaitu untuk proses metabolisme. Dengan cukupnya
oksigen disekitar tempat kerja, ditambah dengan pengaruh secara psikologis
akibat adanya tanaman disekitar tempat kerja, keduanya akan memberikan
kesejukan dan kesegaran pada jasmani. Rasa sejuk dan segar selama bekerja
akan membantu mempercepat pemulihan tubuh akibat lelah setelah bekerja.
e. Kebisingan ditempat Kerja
Kebisingan adalah bunyi yang tidak dikehendaki oleh telinga. Tidak dikehndaki,
karena terutama dalam jangka panjang bunyi tersebut dapat mengganggu
ketenangan bekerja, merusak pendengaran, dan menimbulkan kesalahan
komunikasi. Karena pekerjaan membutuhkan konsentrasi maka suara bising
hendaknya dihindarkan agar pelaksanaan pekerjaan dapat dilakukan dengan
efesien sehingga produktivitas kerja meningkat.
f. Getaran mekanis ditempat Kerja
Getaran mekanis adalah getaran yang ditimbulkan oleh alat mekanis yang
sebagian dari getaran ini sampai ketubuh karyawan dan dapat menimbulkan
akibat yang tidak diinginkan. Getaran mekanis umumnya sangat mengganggu
tubuh karena tidak teraturannya, baik tidak teratur dalam intensitas maupun
frekuensinya. Gangguan mekanis dapat mengganggu tubuh dalam hal
konsentrasi bekerja, datangnya kelelahan dan timbulnya beberapa penyakit.
g. Bau – bauan di Tempat Kerja
Adanya bau – bauan disekitar tempat kerja dapat dianggap sebagai pencemaran,
karena dapat mengganggu konsentrasi bekerja dan bau – bauan yang terjadi
terus menerus dapat mempengaruhi kepakaan penciuman.
h. Tata warna
Penataan warna ditempat kerja harus direncanakan sebaik mungkin karena
warna mempunyai pengaruh besar terhadap emosi. Hal ini dapat dimaklumi
karena warna mempunyai pengaruh besar terhadap perasaan. Sifat dan pengaruh
warna terkadang menimbulkan rasa senang, sedih dan lain – lain. Karena dalam
sifat warna dapat merangsang perasaan manusia. Selain itu, penataan warna
dapat memantulkan sinar yang diterima.
i. Dekorasi di Tempat Kerja
Dekorasi ditempat kerja berkaitan dengan pengaturan tata letak, tata warna,
perlengkapan yang berkaitan dengan pekerjaan. Tata ruang kantor merupakan
pengaturan dan penyusunan seluruh mesin kantor, alat perlengkapan kantor serta
perabot kantor pada tempat yang tepat, sehingga pegawai dapat bekerja dengan
baik, nyaman, leluasa, dan bebas untuk bergerak, guna mencapai efesiensi kerja.
Tata ruang kantor terbagi menjadi dua seperti tata ruang kantor berkamar
(Cubcle type – offices) dan tata ruang kantor terbuka (Open plan offices). Tata
ruang kantor berkamar (cubicle) yaitu ruangan untuk bekerja yang dipisah atau
dibagi dalam kamar atau ruang kerja. Sedangkan, tata ruang kantor terbuka
(open plan) yaitu ruang kerja yang cukup luas, ditempati oleh beberapa pegawai
untuk bekerja bersama diruang termaksud tanpa dipisah oleh penyekat atau
pembatas yang permanen.
j. Musik ditempat Kerja
Musik yang ada ditempat kerja dapat merangsang karyawan dalam melakukan
aktivtas pekerjaan. Musik yang nadanya lembut sesuai dengan waktu dan tempat
dapat membangkitkan dan merangsang karyawan untuk bekerja. Sebaliknya,
musik yang tidak sesuai diperdengarkan ditempat kerja akan mengganggu
konsentrasi kerja. Oleh karena itu, pemilihan musik yang ada ditempat kerja
perlu dipilih dengan selektif.
k. Keamanan ditempat Kerja
Guna menjaga tempat dan kondisi lingkungan kerja tetap dalam keadaan aman
maka perlu diperhatikan adanya keberadaanya. Salah satu upaya menjaga
keamanan ditempat kerja dapat memanfaatkan tenaga Satuan Petugas Keamanan
(SATPAM).
2. Lingkungan Kerja Non Fisik
lingkungan kerja non fisik adalah semua keadaan yang berkaitan dengan hubungan
sesama rekan kerja ataupun hubungan dengan bawahannya. Indikator lingkungan
kerja non fisik meliputi diantaranya, yaitu :
a. Hubungan kerja antar karyawan
Hubungan kerja antar karyawan sangat diperlukan dalam melakukan pekerjaan,
terutama bagi karyawan yang bekerja secara berkelompok, apabila terjadi
konflik yang timbul dapat memperkeruh suasana kerja dan akan menurunkan
semangat kerja karyawan. Hubungan kerja yang baik antara yang satu dengan
yang lain dapat meningkatkan semangat kerja bagi karyawan, dimana mereka
saling bekerja sama atau saling membantu dalam menyelesaikan suatu
pekerjaan.
b. Hubungan kerja antar karyawan dengan pimpinan
Sikap atasan terhadap bawahan memberikan pengaruh bagi karyawan dalam
melakukan aktivitas. Sikap yang bersahabat, saling menghormati perlu dalam
hubungan antar atasan dengan bawahan untuk kerjasama dalam mencapai tujuan
perusahaan. Sikap bersahabat yang diciptakan atasan akan menjadikan
karyawan lebih ingin untuk bekerja dan dapat menimbulkan semangat kerja bagi
karyawan. Pada perusahaan sikap pemimpin antara pegawainya saling
menghormati agar dapat memajukan perusahaan