Persepsi dukungan organisasional bertujuan untuk meningkatkan
harapan mereka bahwa organisasi akan menghargai upaya yang lebih
maksimal untuk tujuan organisasi. Sejauh mana persepsi dukungan
tersebut memenuhi kebutuhan mereka sehingga dengan demikian, akan
mengembangkan ikatan emosional positif individu terhadap organisasi.
Persepsi dukungan organisasional didorong oleh kecenderungan
individu untuk menempatkan organisasi seperti karakteristik manusia
(Eisenberger, dkk., 1986). Pada dasarnya persepsi dukungan
organisasional akan dipengaruhi oleh berbagai aspek perilaku organisasi
dan akan mempengaruhi interpretasi mereka terhadap motif organisasi
yang mendasari perilaku mereka. Hal tersebut menggambarkan bahwa
akan ada kesepakatan antara persepsi dukungan organisasional terhadap
organisasi dan dalam berbagai keadaan kemungkinan akan ada reaksi dari
organisasi terhadap kinerja mereka yang meningkat dan keinginan
memberikan gaji yang adil serta membuat pekerjaan menjadi lebih
menarik.
Teori dukungan organisasional yang mendasari konsekuensi dari
persepsi dukungan organisasi membahas proses psikologis (Rhoades dan
Eisenberger, 2002) sebagai berikut:
1. Atas dasar norma feedback, persepsi dukungan organisasi memiliki
rasa kewajiban dan kepedulian untuk kesejahteraan dan membantu
organisasi mencapai tujannya.
2. Kepedulian, izin dan rasa hormat yang dikonotasikan dukungan
organisasi harus memenuhi kebutuhan sosioemosinal dan mendorong
individu untuk memasukkan keanggotaan organisasi serta peran
mereka kedalam identitas sosial.
3. Dukungan organisasi harus meyakinkan mereka bahwa organisasi
akan mengakui dan menghargai peningkatan kinerja (harapan kinerja
kemudian memperoleh penghargaan). Proses tersebut harus
memberikan hasil yang saling menguntungkan antara organisasi dan
individu. Dimana, melalui proses dukungan organisasional tersebut
diharapkan organisasi memperoleh komitmen dari mereka dan kinerja
yang afektif serta mengurangi turnover sedangkan individu
memperoleh meningkatnya kepuasan kerja serta kenyamanan didalam
organisasi.
Mathis & Jackson, (2006) dalam (Kadir, dkk., 2016) mengatakan
bahwa dukungan organisasional terdiri dari:
1. Pelatihan
2. Standar Kerja
3. Peralatan dan Teknologi
4. Manajemen
5. Rekan kerja
