Perkembangan Pemikiran Psychological well-being (skripsi, tesis, dan disertasi)

Peningkatan minat dalam penelitian-penelitian mengenai psychological well-beingdidasari oleh kesadaran bahwa ilmu psikologi, sejak awal pembentukannya, lebih menaruh perhatian dan pemikiran pada rasa ketidakbahagiaan dan gangguan-gangguan psikis yang dialami manusia daripada menaruh perhatian pada faktor-faktor yang dapat mendukung dan mendorong timbulnya positive functioningpada diri manusia(Diener, 1984 dalam Ryff, 1989).Konsepsi well-beingsendiri mengacu pada pengalaman dan fungsi psikologis yang optimal(Ryan & Deci, 2001).Hingga saat ini, terdapat dua paradigma dan perspektif besar mengenai well-beingyang diturunkandari dua pandangan filsafat yang berbeda.Pandangan yang pertama, yang disebut hedonic, memandang bahwa tujuan hidup yang utama adalah mendapatkan kenikmatan secara optimal, atau dengan kata lain, mencapai kebahagiaan.Pandangan yang dominan diantara ahli psikologi yang berpandangan hedonicadalah well-beingtersusun atas kebahagiaan subjektif dan berfokus pada pengalaman yang mendatangkan kenikmatan.Sementara pandangan hedonicmemformulasikan well-beingdalam konsep kepuasan hidup dan kebahagiaan, pandangan yang kedua, eudaimonic, memformulasikan well-beingdalam konsep aktualisasi potensi manusia dalamĀ menghadapi berbagai tantangan kehidupan(Keyes, Shmotkin, & Ryff, 2002).Aktifitas-aktifitas hedonicyangdilakukan dengan mengejar kenikmatan dan menghindari rasa sakit akan menimbulkan well-beingyang bersifat sementara dan berkembang menjadi sebuah kebiasaan sehingga lama kelamaan kehilangan esensisebagai suatu hal yang bermakna. Sedangkan aktivitas eudaimonic lebih dapat mempertahankan kondisi well-beingdalam waktu yang relatiflama dan konsisten.