Right Issue adalah penambahan modal bagi perusahaan yaitu dengan menerbitkan HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) yang nantinya akan menjadi saham baru dan memperbanyak jumlah saham yang beredar. Menurut Husnan (1996 : 52) dalam bukunya Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas mendefinisikan right issue sebagai hak bagi pemegang saham lama untuk membeli saham baru yang dikeluarkan oleh emiten, biasanya ditawarkan dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar. Perusahaan mengeluarkan right issue dengan tujuan untuk tidak mengubah proporsi kepemilikan pemegang saham dan mengurangi biasa emisi akibat penerbitan saham baru. Jika investor tidak bermaksud menggunakan haknya (membeli saham), maka bukti right yang dimiliki dapat diperjual belikan di bursa. Right issue membuat jumlah saham yang beredar menjadi lebih banyak, umumnya diharapkan menambah jumlah lembar saham yang beredar di pasar akan meningkatkan frekuensi perdagangan saham atau likuiditas saham (Lucky, 2020 : 2). 11 Keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan publik yang melakukan salah satu aksi korporasi ini yaitu pemegang saham lama, right issue membuat mereka lebih mudah mempertahankan proporsi kepemilikan sahamnya karena mereka memiliki HMEDTD untuk membeli kembali saham baru yang ditawarkan. Keuntungan lainnya right issue menyebabkan jumlah saham bertambah, sehingga diharapkan dapat meningkatkan frekuensi perdagangan serta meningkatkan likuiditas saham perusahaan tersebut. Menurut Ross (2008 : 535) sebelum menerbitkan saham baru melalui right Issue, perusahaan perlu mempertimbangkan dua hal penting, yaitu: 1. Besarnya jumlah dana yang dibutuhkan untuk menentukan berapa harga dan jumlah lembar saham yang akan ditawarkan melalui right issue. 2. Besarnya jumlah right issue yang akan diberikan kepada pemagang saham saat ini untuk membeli kembali saham baru dengan melihat perbandingan saham beredar dengan saham baru yang akan diterbitkan.
